
Berbeda dengan sebagian besar budaya barat, keluarga memang menjadi bagian yang lebih integral dan penting di budaya Timur, termasuk Indonesia. Lahir dari kewajiban yang seringkali menjadi cinta tak terbatas yang sekalipun tidak mengharapkan pamrih, keluarga yang fungsional selalu didesain untuk membantu satu sama lain. Terkadang, ia tidak datang hanya dari orang tua ataupun saudara kandung, tetapi juga perpanjangan keluarga inti seperti nenek damn kakek. Sebuah situasi yang ingin dieksplorasi oleh game naratif terbaru dari Gema Games – My Beloved Grandma.
Dengan trailer perdana yang meluncur di event IGDX 2026 kemarin, Gema Games seolah hendak mempersiapkan diri Anda dengan sebuah kisah yang siap untuk meremukkan hati, memecahkannya hingga berkeping-keping, dan menumbuknya menjadi butiran halus.
Ia akan menceritakan kisah seorang cucu yang berujung harus mengunjungi untuk terakhir kalinya, rumah nenek yang sudah membesarkannya sejak kecil. Seperti yang bisa diprediksi, ini berujung menjadi proses yang tidak semudah yang dibayangkan. Setiap sudut akan berisikan memori demi memori hubungan penuh kasih dan cinta antara keduanya.

Tidak hanya lewat proses eksplorasi dan investigasi, ragam momen ini juga akan dipresentasikan oleh Gema Games dalam bentuk interaktivitas dan gameplay sederhana yang memang didesain sedemikian rupa untuk membangun atmosfer dan narasi yang di dalam My Beloved Grandma itu sendiri. Gema Games sendiri mengklaim bahwa tema utama soal cerita yang diusung akan berpusat pada rasa bersalah dan duka.
My Beloved Grandma sendiri belum memiliki tanggal rilis pasti dengan store yang juga belum online di platform manapun. Gema Games sendiri saat ini masih terus melakukan playtest untuk game naratif ini.
Bagaimana menurut Anda? Terlihat seperti sebuah game emosional yang menarik?

