IGDX 2026: Imut, Santai, Bangun Kota Mainan di Little Mayor!

IGDX 2026: Imut, Santai, Bangun Kota Mainan di Little Mayor!

Author picture
Author picture

Jika Anda secara aktif mengikuti ragam pendekatan di industri game, maka Anda sepertinya sudah familiar dengan konsep “cozy games”. Berbeda dengan konsep sebagian besar game yang serius dan kompetitif, game-game cozy secara spesifik dirancang untuk menikmati waktu santai. Maka ia memiliki mekanik sederhana, warna-warna cerah, dan begitu banyak gimmickyang akan senantiasa membuat hati Anda bahagia. Hal ini jugalah yang berupaya didorong oleh salah satu game dari tim GameSeed di IGDX 2026 – Little Mayor dari A Fair Studio.

Pernah melihat sebuah karpet main anak-anak yang memiliki corak kota yang sederhana? Ia dilengkapi dengan bangunan dan jalanan ragam arah di dalamnya? Pernah membayangkan apa jadinya jika karpet ini kemudian direalisasikan menjadi sebuah game simulasi bangun kota, yang sekali lagi, hadir sebagai game cozy? Hal inilah yang berupaya dicapai oleh Little Mayor.

Menjajalnya secara langsung membawa impresi yang positif bagi kami. A Fair Studio sepertinya memiliki visi apa yang harus mereka prioritaskan. Dari sisi visual, lengkap dengan para manusia penghuninya, keseluruhan Little Mayor berhasil menawarkan gaya visual ala mainan yang imut. Hal yang sama juga ditawarkan elemen-elemen lainnya, seperti bangunan, jalanan, hingga ragam animasi yang menemaninya.

Sekali lagi, mengingat konsep game santainya, ini bukanlah game simulasi kota yang akan menuntut Anda untuk memikirkan banyak hal seperti soal pembuangan limbah, cukupnya daya listrik, atau apakah sudah membangun sebuah desain jalan utama yang cukup baik untuk mengatasi kemacetan atau tidak. Sebegitu santai dan sederhananya Little Mayor, hingga sang developer memastikan bahwa gerak manusia penghuni kota misalnya, tidak akan bertabrakan dengan bangunan yang ada. Ini membuat Anda punya kebebasan lebih besar untuk mendesain kota atas nama estetika dan tidak harus karena fungsi semata.

Akan tetapi, santai bukan berarti ia tidak punya tantangannya tersendiri. Setiap bangunan akan punya fungsi berbeda yang juga menuntut pengaturan alokasi resource yang bisa dialihkan ke setidaknya dua fungsi utama: membangun lebih banyak infrastruktur atau justru dialihkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang nantinya akan menghasilkan resource lainnya yang bisa dialihkan untuk proses R&D atas nama membuka lebih banyak bangunan.

Walaupun secara konsep sudah nyaris matang, sesi demo singkat kami seolah mengkonfirmasikan fakta tidak terbantahkan bahwa pekerjaan rumah A Fair Studio untuk membuatnya makin seru dan santai memang masih panjang.

Hadir sebagai game simulasi bangun kota yang santai, Little Mayor hadir dengan estetika mainan yang jadi salah satu daya tarik utama.

Salah satu yang paling esensial adalah otomatasisasi. Di build awal yang kami jajal, semua aktivitas masiha harus dilakukan secara manual. Anda butuh memilih rumah mana yang butuh dimasuki tiap penduduk yang masih berkeliaran di luar, memilih setiap dari mereka harus masuk ke pabrik produksi yang mana, menekan sendiri tombol untuk mengumpulkan material, ekstra tekan lagi untuk menjualnya, dan seterusnya. Semua pekerjaan ini sudah selayaknya butuh proses otomatisasi untuk membuat player jauh lebih nyaman.

Ekstra masukan lagi yang kami berikan adalah kebutuhan untuk menyediakan sebuah kode warna tertentu untuk bangunan ragam fungsi untuk membuat gamer nantinya lebih mudah mencari struktur yang mereka butuhkan, apalagi jika kota sudah membesar ke titik dimana mustahil untuk mengetahui tata letak tiap bangunan, apalagi jika Anda termasuk gamer dengan tipe pengorganisasian yang buruk.

Dengan semua konsep yang ditawarkan Little Mayor di titik ini, ia hadir sebagai game bangun kota super santai dan imut dengan potensi yang kuat di dalamnya. Kami bahkan tidak akan terkejut jika ia berakhir jadi salah satu tipe game “edukasi” yang memberikan ruang bagi orang tua untuk memperkenalkan genre simulasi bangun seperti ini ke anaknya yang setidaknya, sudah memahami konsep dasar yang ada.

Anda yang tertarik bisa langsung menguji demonya via halaman itch.io dan memberikan feedback. Terlihat menarik di mata Anda?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website