
AI mungkin memberikan kesempatan bagi banyak orang yang tidak memiliki kemampuan teknis sama sekali untuk meracik game yang mereka impikan selama ini. Namun di sisi lain, fakta bahwa teknologi ini kini bisa diakses untuk meracik sebuah produk komersial yang dijual di ragam platform yang ada berujung menghasilkan konsekeunsi tidak terhindarkan – banjirnya game-game AI Slop yang menimbulkan ragam masalah baru. Salah satu klaim terbaru? Terhambatnya proses review game di Steam.
Seperti yang kita tahu, untuk memastikan game-game rilis terbaru tidak mengandung malware yang berbahaya untuk konsumennya. setiap game yang hendak dilepas di Steam memang harus melewati proses review paling lama 7 hari untuk menentukan apakah ia diperbolehkan dijual atau tidak. Namun situasi terbaru meyakini bahwa “pipa” yang selama ini berjalan lancar tersebut kini tersumbat.
Keluhan tersebut datang dari developer game indie Food Devils – Alfred Kamon dalam post sosial medianya. Game yang ia racik – Food Devils besar kemungkinan akan melewatkan tanggal Early Access yang sudah ia rencanakan sebelumnya karena proses review game dari Steam yang tidak kunjung selesai.
Padahal, ia mengaku sudah mengirimkan permintaan proses review tersebut sejak 20 hari yang lalu. Mereka juga sempat mengirimkan komplain minggu lalu, namun tidak direspon Steam.

Menariknya? Kamon juga mengungkapkan bahwa selama proses ini, ia tidak sekalipun mendapatkan notifikasi ataupun informasi soal apa yang terjadi di belakang layar. Karena situas inilah ia kemudian berspekulasi bahwa para karyawan Valve yang bertanggung jawab untuk proses review ini tengah kelabakan menghadapi banjirnya game-game AI Slop yang mendarat di Steam, yang tentu saja juga butuh proses review.
Baik Valve ataupun Steam sendiri masih belum angkat bicara untuk membicarakan situasi yang tentu saja mengkhwatirkan dan mengecewakan bagi banyak developer game ini.

