
Sebuah situasi yang menyedihkan, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan situasi yang mengitari Arkane Studios saat ini.
Terlepas dari sepak terjang fantastis mereka dengan game sekelas Dishonored dan Deathloop, dengan sedikit “batu sandungan” seperti Redfall, ia merupakan salah satu ujung tombak industri game Perancis. Kini, harapannya untuk terus hidup setelah proses restrukturisasi XBOX kian terbuka lebar.
Seperti yang kita tahu, Arkane memang menjadi salah satu “korban” dari usaha XBOX untuk merampingkan diri. Berbeda dengan beberapa studio bernasib serupa yang memutuskan untuk kembali indie dengan satu studio – Ninja Theory berujung ditutup, Arkane masih punya waktu hingga bullan Desember 2026 mendatang untuk mencari calon pembeli.
Berita baiknya? Berdasarkan laporan dari jurnalis – Jason Schreier untuk Bloomberg, beberapa pihak mengungkapkan ketertarikannya untuk membeli dan menyelamatkan studio yang satu ini.
Selain dua studio yang namanya tidak disebut oleh Schreier, salah satu studio lainnya adalah Ubisoft. Perusahaan yang juga berlokasi di Perancis disebut-sebut tertarik untuk membeli Arkane Studios tidak hanya karena kemampuan talenta tim-nya saja, tetapi juga IP yang saat ini mereka tangani dari Dishonored hingga Marvel’s Blade yang kabarnya sudah dikerjakan cukup jauh.

Sayangnya, tidak ada informasi berapa total dana yang berani dikeluarkan Ubisoft untuk mengunci deal yang satu ini. Microsoft sendiri memberikan ruang bagi Arkane untuk proses negosiasi sebelum penutupan total hingga tanggal 13 Desember 2026 nanti.
Untuk saat ini, tidak ada informasi juga kira-kira perusahaan mana yang akan punya probabilitas tertinggi untuk mendapatkan developer yang terkenal lewat game sandbox mereka ini jika memang pembicaraan yang terjadi berujung sukses.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Ubisoft sebagai pemilik Arkane terdengar seperti skenario yang Anda sambut dengan tangan terbuka?

