
Sebagai konsumen yang memahami apa yang kita inginkan dan butuhkan, ada banyak keputusan perusahaan penyedia produk yang justru berujung memancing tanda tanya besar. Ia seringkali berakhir menjadi sesuatu yang tidak perna kita minta dan butuhkan, yang kemudian membuat rasa ketertarikan untuk menyambut produk atau fitur baru ini nyaris di angka nol. Hal inilah yang sempat terjadi dengan Microsoft yang sempat berencana membawa program AI andalan mereka – Copilot ke konsol Xbox.
Namun mengikuti ragam gebrakan fantastis yang sudah ia lakukan, boss baru Xbox – Asha Sharma datang dengan satu keputusan radikal yang cukup untuk membuat gamer-gamer Xbox bernafas lega.
Apa pasal? Bahwa secara resmi, Asha Sharma akhirnya memutuskan untuk membatalkan proses pengembangan Copilot untuk konsol Xbox yang sempat direncanakan sebelumnya. Sharma menyebut bahwa keputusan ini diambil untuk membantu Xbox untuk bergerak lebih cepat.
Tidak hanya itu saja, Sharma juga memasukkan beberapa mantan koleganya selama berkarir di divisi AI Microsoft – CoreAI ke dalam tim Xbox. Setidaknya ada 4 petinggi yang kini akan membantunya membentuk visi yang impikan untuk Xbox.
Xbox needs to move faster, deepen our connection with the community, and address friction for both players and developers.
— Asha (@asha_shar) May 5, 2026
Today, we promoted leaders who helped build Xbox, while also bringing in new voices to help push us forward. This balance is important as we get the business…
Mereka adalah Jared Palmer – mantan VP CoreAI yang kini menjadi VP Engineering Xbox sekaligus penasehat teknikal untuk Sharma. Dua eksekutif akan bekerjasama: Tim Allen, mantan senior VP CoreAI DEsign dan Johathan McKay – mantan CoreAI Head of Growth yang keduanya akan berperan sebagai Lead Design Xbox. Mereka akan betanggung jawab untuk mendesain, engineering, research, dan proses kreatif konsol Xbox.
Sharma juga merekrut mantan GM CoreAI – Evan Chaki yang diminta untuk memimpin sebuah tim baru dengan tanggung jawab untuk menghapus pekerjaan repetitif, menyederhanakan proses pengembangan, dan meningkatkan efektivitas cara mereka beroperasi. Walaupun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun deskripsi tanggung jawabini tentu saja mengarah kuat pada implementasi AI untuk membantu proses kerja belakang layar tim Xbox itu sendiri.
Langkah ini tentu saja disambut positif oleh fans Xbox yang sejauh ini terlihat mengapresiasi gerak cepat Sharma untuk “membenahi” ragam keluhan terkait masa depan Xbox terlepas dari keraguan soal kepemimpinannya di awal.
Bagaimana menurut Anda soal aksi Asha Sharma sebagai boss baru Xbox sejauh ini?

