Sebagai salau satu kekuatan kapital video game terbesar di industri game, Microsoft dan Xbox Game Studios saat ini memang tengah membawahi begitu banyak studio pengembangan game.
Kita bicara dari studio dengan skala sebesar Activision Blizzard hingga yang punya spesialisasi niche seperti Ninja Theory misalnya. Dengan begitu banyaknya studio ini, tentu saja ada satu pertanyaan yang mengemuka – bagaimana hubungan antara studio-studio ini?
Jika Anda termasuk gamer yang sempat berpikir bahwa studio-studio ini bekerja mandiri dan hanya menangani franchise andalan mereka saja, maka Anda sepertinya keliru. Setidaknya hal tersebutlah yang disampaikan oleh COO Xbox yang baru – Matt Booty dalam podcast Xbox terbarunya.
Booty menyebut bahwa alih-alih berdiri sendiri, studio-studio di dalam Xbox Game Studios ini sering berkolaborasi untuk berbagi pengetahuan soal teknologi atau memanfaatkan spesialisasi masing-masiing.
Salah satu contoh menarik yang diberikan Booty? Bagaimana tim sinematik Blizzard – empunya franchise raksasa sekelas Diablo dan Overwatch ternyata sempat menyibukkan diri untuk membantu Playground Games dalam proyek Fable. Atau bagaimana developer sekelas The Coalition yang saat ini menangani Gears of War: E-Day menawarkan pengetahuan mereka terkait Unreal Engine yang tentu saja akan menguntungkan studio Xbox yang lain.

Fakta dan informasi yang dibagikan oleh Booty ini tentu saja menarik, setidaknya memberikan gambarn yang kuat bagaimana proses belakang layar Xbox Game Studios bekerja. Barisan studio saat yang saat ini mempersiapkan begitu banyak game keren untuk menemani fans Xbox dan platform lainnya di tahun 2026 ini.
Bagaimana menurut Anda? Sudahkah tim di dalam Xbox Game Studios berperan sebaik yang Anda harapkan sejauh ini?

