
Sepertinya tidak ada lagi sosok yang lebih terobsesi dengan Valve dan Steam di dunia saat ini selain boss besar Epic Games – Tim Sweeney. Di tengah upayanya untuk menempuh proses normalisasi penggunaan AI di industri game, ia terus mencari kesempatan untuk melemparkan kritik untuk platform distribusi game PC digital terbesar di dunia tersebut. Kini, ia datang dengan klaim yang bahkan lebih menyedihkan lagi.
Sebuah pernyataan absurd dilontarkan oleh Tim Sweeney untuk mendukung animation programmer di Epic Games – Kiaran Ritchie yang juga datang dengan komentar yang tidak kalah “gilanya”. Ritchie mengklaim bahwa sistem bagi hasil 30% yang masih ditempuh Steam adalah sebuah langkah yang menyedihkan, apalagi di tengah fakta bahwa platform ini ia sebut, bisa dilahirkan lewat aksi vibe coding hanya dalam waktu satu minggu saja.
Ritchie menyebut bahwa satu-satunya hal yang berharga dari Steam saat ini hanyalah fitur Steamworks saja. Sweeney menambahkan pernyataan ini dengan kalimat cukup kontroversial. Ia menyebut bahwa Steam sebenarnya telah menghambat kemajuan industri game selama bertahun-tahun.
Sweeney menyebut fakta bahwa Steamworks diposisikan sebagai sebuah ekosistem eksklusif yang membuat gamer Steam tidak bisa berbicara dengan gamer dari platform lain, konsol ataupun mobile, hingga platform PC yang lain berkontribusi pada fakta tersebut.
Exactly this. Valve has held gaming back for years by locking developers’ PC games into Steamworks’ social walled garden where players can’t talk to other players on iOS, Android, Xbox, PlayStation, Switch, or even other PC stores.
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) October 27, 2026
Namun seperti yang bisa diprediksi, pernyataan Sweeney ini langsung memancing tidak hanya kritik, tetapi juga Community Note bahwa pernyataan ini keliru. Steam memiliki fungsi bernama Steam Datagram Relay yang didesain secara khusus untuk menawarkan fungsi seperti apa yang dikeluhkan oleh Sweeney sebelumnya.
Sejauh mata memandang, aksi Tim Sweeney yang kian aktif menyerang Steam dari beragam arah dan narasi memang lebih banyak berujung menjadi bumerang yang justru kian menumbuhkan rasa antipati pada dirinya dan Epic Games itu sendiri.
Bagaimana menurut Anda soal situas ini?

