
Keraguan yang menyelubungi sosok seorang Asha Sharma ketika ia ditunjuk menjadi boss besar XBOX memang begitu tebal. Bagaimana tidak? Tidak hanya karena ia datang dari divisi AI dengan pengalaman gaming yang minimal saja, tetapi juga karena ia harus mengemban tanggung jawab menggantikan sosok ikonik sekelas Phil Spencer. Namun perlahan tapi pasti, keraguan tersebut mulai terkikis lewat kebijakan yang terlihat tepat sasaran. Salah satunya? Pemotongan harga Game Pass.
Setelah berkali-kali naik ke tingkat harga yang memang tidak lagi terlihat masuk akal, Asha Sharma akhirnya mengambil keputusan untuk memotong harga langganan Game Pass bulan lalu. Kompensasi dari penurunan harga ini adalah tidak lagi tersedianya Call of Duty sebagai game rilis hari pertama untuk para pelanggannya.
Dalam memo-nya kepada para staff, seperti yang berhasil dihimpun oleh GameSpot, Asha Sharma mengklaim bahwa kebijakan ini ternyata cukup efektif. Bahwa setelah harus berhadapan dengan angka pertumbuhan yang lambat dan jumlah pelanggan yang kian turun karena kenaikan harga tahun lalu, XBOX mulai melihat tren positif.

Bahwa sejak penurunan harga Game Pass diimplementasikan, mereka melihat angka akuisisi dan retensi terus naik, yang dilihat Asha sebagai sebuah langkah awal yang baik. Walaupun demikian, ia juga tidak meremehkan. Sharma menyebut bahwa masalah Game Pass tidak akan selesai hanya dengnan satu langkah atau gebrakan saja atas nama menjamin angka pertumbuhan yang bisa diandalkan.
Sayangnya, Asha Sharma sendiri tidak banyak membicarakan seberapa besar pengaruh game balap andalan mereka – Forza Hoirizon 6 yang berujung dipuja-puji karena setting Jepangnya yang memesona ikut berkontribusi dalam kembalinya sentimen positif terhadap Game Pass ini.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang berlangganan Game Pass belum lama ini?

