
Sebuah struktur organisasi yang masif, apalagi jika kita bicara soal sebuah bisnis internasional memang seringkali membingungkan. Tidak jarang kita bertemu dengan kondisi induk dan anak perusahaan yang ternyata berdiri sebagai entitas berbeda, terlepas dari nama yang ia usung. Situasi ini kian parah ketika salah satu anak perusahaan tersebut justru berhasil mencapai popularitas lebih tinggi dan lebih sering dibicarakan dibandingkan si induk perusahaan. Hal inilah yang sempat terjadi dengan CD Projekt.
Karena harus diakui, hampir sebagian besar dari kita lebih mengenal nama CD Projekt RED dan mengabaikan bahwa ia eksis di bawah bendera induk perusahaan yang “hanya” mengusung nama CD Projekt semata.
Namun situasi tersebut akhirnya berubah. Lewat keputusan para pemegang kepentingan di sesi meeting terbaru, CD Projekt akhirnya resmi mengadopsi nama divisi developer-nya dan kini secara resmi menyandang nama CD Projekt RED. Benar sekali, keseluruhan struktur perusahaan ini kini akan disebut dengan nama tersebut dengan logo yang sama.
Untuk Anda yang tidak familiar, secara internal, CD Projekt sebenarnya juga memiliki divisi lain bernama CD Projekt Blue yang diminta untuk menangani platform distribusi game mereka yang kini terkenal sebagai “rumah” untuk game klasik – GOG.

Penggabungan nama menjadi hanya CD Projekt RED dilihat oleh para eksekutif perusahaan sebagai langkah esensial untuk menyederhanakan komunikasi internasioal sekaligus menghapus krisis identitas korporat yang sempat mereka alami.
CD Projekt RED sendiri saat ini masih sibuk mengembangkan expansion baru untuk The Witcher 3 – Songs of the Past, The Witcher 4 dan juga Cyberpunk 2 yang misterius. Keduanya belum memiliki jendela rilis pasti.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

