Dua Tahun Mati, Ubisoft Masih Terima Tuntutan Hukum Baru Terkait The Crew

Dua Tahun Mati, Ubisoft Masih Terima Tuntutan Hukum Baru Terkait The Crew

Author picture
Author picture

Always-online, terlepas dari infrastruktur internet yang saat ini jauh lebih meluas dan stabil, tetap bukanlah format yang ideal untuk gamer terutama untuk game-game yang difokuskan pada pengalaman single-player. Salah satu masalah paling krusial adalah potensi bahwa publisher dan developer bisa saja mematikan sang server dan membuat si game tidak lagi bisa dimainkan secara permanen. Hal inilah yang terjadi dengan seri pertama game balap andalan Ubisoft – The Crew.

Seperti yang kita tahu, keputusan Ubisoft untuk mematikan server The Crew di tahun 2024 silam telah membuat game yang satu ini tidak lagi bisa dimainkan secara permanen. Langkah ini tentu saja memancing kritik dari banyak pihak, terutama gamer-gamer yang sudah menginvestasikan uang mereka. Kritik yang akhirnya membuat Ubisoft mati-matian untuk menyediakan mode offline untuk The Crew 2 setelahnya.

Selama dua tahun matinya server The Crew, sudah banyak hal yang terjadi. Kita sempat melihat bagaimana beberapa gamer berupaya untuk terus membuat game ini hidup lewat eksistensi private server atas nama preservasi. Kita juga sering mendengar dan melihat bagaimana The Crew sebagai contoh kasus mengapa gerkaan Stop Killing Games perlu didukung.

Terlepas dari fakta bahwa servernya sudah mati selama dua tahun, Ubisoft masih mendapatkan tuntutan hukum baru terkait The Crew.

Namun ada satu hal yang tampaknya tidak akan berhenti datang – benar sekali, tuntutan hukum. Setelah dua tahun mati, Ubisoft baru saja menerima tuntutan hukum baru terkait langkah mereka mematikan server The Crew begitu saja. Tidak main-main, tuntutan ini datang dari salah satu grup konsumen besar Perancis – UFC-Que Choisir.

UFC Que-Choisir berargumen bahwa Ubisoft telah dengan sengaja menipu konsumen terkait The Crew, dari mengindikasikan bahwa game yang mereka beli seolah-olah akan eksis permanen sekaligus menerapkan ragam klausa kontrak yang mencabut hak-hak kepemilikan mereka.

Sayangnya, tidak ada informasi lebih jelas soal apa saja tuntuan yang dilayangkan leh UFC-Que Choisir untuk kasus yang mempengaruhi nasib jutaan gamer di seluruh dunia ini.

Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

Related Topics:
Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website