
“Cacing-cacing, naga-naga”, sebuah filosofi min-max dalam aksi mencari keuntungan yang sering diutarakan di Indonesia ini juga mirip dengan strategi banyak developer gmae gacha saat ini. Terlepas dari fakta bahwa ada begitu banyak nama yang bersaing dengan tidak sedikit game yang berujung EOS jadi bukti, banyak developer yang masih berani berjuang di pasar ini. Beberapa menarik perhatian berkat sepak terjang developer di produk sebelumnya, seperti yang tengah dilakukan oleh Nexon dengan Project RX.
Ketika pertama kali diperkenalkan di bulan Desember 2025 kemarin, Project RX langsung berujung menarik perhatian karena beberapa hal, dari sekelibat animasi hingga desain karakternya yang super imut.
Detail terkait game ini juga tidak banyak, selain kepastian bahwa ia akan dibangun menggunakan Unreal Engine 5. Ia juga disebut-sebut akan menjadikan bagian “slice of life” alias kehidupan sehari-hari para karakter yang ia bawa sebagai salah satu fokus, walaupun implementasinya sendiri masih mengandung banyak misteri.
Kini, satu fakta lain menarik mengemuka. Berdasarkan laporan finansial teranyar Nexon yang dikutip dari situs Inven, Project RX juga akan mengikuti strategi yang sudah ditempuh oleh banyak game gacha belakangan ini. Bahwa terlepas dari pengumuman awal yang hanya menargetkan rilis di PC dan perangkat mobile saja, Nexon secara resmi mengkonfirmasikan target rilis Project RX juga untuk konsol walaupun tidak disebutkan secara spesifik.

Kehadiran game-game gacha di konsol memang bukan strategi baru. Bahkan beberapa game terbaru seperti Arknights Endfield dari Hypergryph dan NTE dari Hotta Studio mencatatkan konsol sebagai salah satu platform penyumbang pendapatan terbesar terutama untuk region luar China.
Sayangnya, Nexon sendiri belum angkat bicara kira-kira kapan kita akan melihat lebih banyak terkait Project RX dan kapan ia akan dilepas ke pasaran.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang menantikan seri ini?

