
Sebuah tren yang cukup untuk membuat banyak negara berkembang dan maju cemas. Bahwa banyak golongan masyarakat produktif mereka yang kini menolak untuk menikah dan memiliki anak untuk beragam alasan, dari ketakutan pada ketidakpastian global hingga biaya hidup yang semakin tinggi. Oleh karena itu, tidak sedikit negara yang berupaya untuk memberikan insentif yang lebih kuat bagi rakyat mudanya untuk membangun keluarga. Namun di Korea Selatan, inisiatif tersebut ternyata juga bisa datang dari salah satu perusahaan video game terbesar mereka – Krafton.
Kita tidak tengah berbicara soal “lelucon” standar bagaimana desain game yang memotret hubungan orang tua dan anak atau sekadar menjual romantisme hubungan percintaan selalu digadang sebagai cara efektif untuk membuat gamer menikah dan punya anak. Krafton baru saja memamerkan keberhasilan mereka dalam membantu pemerintah Korea Selatan mendorong angka kelahiran.
Caranya? Dengan menawarkan dukungan yang besar bagi karyawan mereka yang memutuskan untuk punya anak mulai dari bulan Februari 2025, tahun lalu. Lewat sisi finansial, Krafton menyediakan dana hingga 100 juta Won atau sekitar 1,1 miliar Rupiah untuk mendukung hidup setiap anak yang baru lahir semasa hidup mereka kelak.
Sementara dari sisi non-finansial, Krafton menawarkan kesempatan bagi orang tua untuk membesarkan anak mereka dalam situasi kerja dan hidup yang lebih berimbang. Tidak hanya itu saja, Krafton menawarkan perpanjangan cuti orang tua hingga maksimal 2 tahun sembari menyediakan opsi proses otomatis pencarian staf pengganti selama cuti berlangsung. Masih belum cukup, Krafton juga memfasilitasi opsi bagi orang tua muda untuk bekerja dari rumah, menawarkan cuit pemeriksaan pra-natal, hingga dukungan konseling pskologis untuk merekayang membutuhkan.

Hasilnya? Luar biasa. Krafton mencatatkan kenaikan angka kelahiran di dalam lingkup tenaga kerja mereka hingga 2 kali lipat sebelum program ini ditawrkan. Krafton mencatatkan kurang lebih 46 kelahiran bayi dari bulan Januari 2026 – April 2026, yang jauh lebih signifikan dibandingkan 23 kelahiran di 2025 dan 21 kelahiran di 2024 untuk periode yang sama.
Krafton juga menggelar kolaborasi penelitian bersama dengan Seoul National University for Population Policy Research untuk terus memeriksa efektivitas program ini, dari perihal dampak, perubahan persepsi yang ditimbulkan, dan kira-kira perbaikan dan penyempurnaan apalagi yang bisa dilakukan di masa depan.
Bagaimana menurut Anda soal sistem yang satu ini?

