
Dengan semua franchise raksasa yang mereka miliki, Ubisoft tentu punya kesempatan untuk terus mengeksplorasi mereka dan mendulang ekstra uang dengannya. Di antara semua nama tersebut, Far Cry selalu jadi ujung tombak yang bisa diandalkan. Selain sebuah seri spin off yang menemani rilis antar seri utama di masa lalu, Far Cry selalu didefinisikan sebagai game first-person dengan lokasi eksotis dan tema yang cukup unik. Berita baiknya? Mereka tampaknya cukup sadar bahwa salah satu ide gila yang hendak mereka aplikasikan di franchise ini lebih baik diurungkan.
Walaupun belum diumumkan secara resmi, Anda yang mencintai franchise ini tentu sempat mendengar rumor bagaimana Ubisoft tengah mempersiapkan sebuah seri spin off mulitplayer yang akan menjadikan genre extraction shooter sebagai basis. Diberi nama sandi “Maverick”. ia akan menawarkan gameplay ala Arc Raider dan Marathon dengan setting yang unik.
Jika Anda termasuk gamer yang merasa bahwa ide ini terlalu absurd untuk bisa ikut sukses di persaingan saat ini dan lebih berharap Ubisoft mengalihkan resource-nya ke game yang lain? Maka ini adalah berita bahagia yang Anda nantikan.
Leaker game Ubisoft dengan kredibilitas tinggi – Tom Henderson mengaku mendengar bahwa Ubisoft telah membatalkan “Maverick” – sang game Far Cry bergaya extraction shooter ini di belakang layar. Hal tersebut ia laporkan via berita teranyarnya di Insider Gaming.
FAR CRY's extraction-shooter has been canceled after years of development, instead, a new ambitious FAR CRY game has entered development at Ubisoft https://t.co/ieHTtGSNwE
— Tom Henderson (@_Tom_Henderson_) July 27, 2026
Namun tidak akan sia-sia begitu saja, Henderson juga mendengar bahwa “puing-puing” Maverick ini akan dijadikan pondasi untuk membangun sebuah game single-player baru dengan nama sandi “Kodiak”. Proyek ini disebut-sebuit akan hadifr super ambisius dimana konsep open-world Far Cry kini akan dikombinasikan dengan cerita yang akan berfokus pada keputusan dan interaksi player. Proyek ini kabarnya masih berada dalam tahap konsepsi dan butuh waktu panjang sebelum berujung jadi produk komersia..
Sementara itu, proyek game single-player lainnya bernama sandi “Blackbird” kabarnya terus dikerjakan dengan proses review internal yang cukup positif. Game ini kabarnya akan mengusung mode multiplayer kooperatif dengan kesempatan untuk mengeksplorasi dunianya bersama dengan player lain ala seri Far Cry lawas.
Sayangnya, Tom Henderson tidak bicara banyak kira-kira kapan kita akan melihat Far Cry bernama sandi “Blackbird” ini akan memperlihatkan batang hidungnya.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang bahagia mendengar berita soal pembatalan Far Cry multiplayer bergaya extraction shooter ini?

