Terkadang, ada begitu banyak kolaborasi konsep video game yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya, namun ternyata fantastis begitu dipertimbangkan secara matang. Bahwa kombinasi keduanya menjanjikan sesuatu yang mungkin belum pernah Anda temukan di industri game sebelumnya, baik atas nama menawarkan sesuatu yang baru dan oiginal atau sekadar memodifikasi pengalaman yang sudah eksis sebelumnya. Hal inilah yang baru saja dilakukan Paradox Interactive dengan LEGO Skylines.
Setelah sempat muncul dalam bentuk rumor sebelumnya, memanfaatkan panggung utama Opening Night Live, Iceflake Studios dan Paradox Interactive akhirnya meresmikan LEGO Skylines.
Dari namanya, Anda sepertinya sudah bisa menebak pengalaman seperti apa yang ia tawarkan. Benar sekali, ini merupakan game simulasi bangun kota ala Cities Skylines yang kini menjadikan LEGO sebagai basis, baik dari bangunan, mobil, jalan, hingga para manusia yang menghuninya.
Yang menarik? Tidak seperti Cities Skylines yang terhitung serius, Paradox mendefinisikan LEGO Skylines sebagai game simulasi yang lebih santai dimana ia akan hadir tanpa instruksi bahkan limitasi ruang bangun sama sekali. Anda akan berkesempatan untuk menciptakan kota metropolis LEGO yang Anda inginkan. Dalam deksripsinya, Paradox jelas ingin membuat seri ini mudah dikuasai dan adiktif untuk para penikmatinya di saat yang sama.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda bisa melenggang bebas sesuka hati dan mengabaikan kebutuhan penduduk Anda. LEGO Skylines tetap mengharuskan Anda untuk menyediakan ragam fasilitas dasar seperti listrik, air, makanan, dan tentu saja serangkaian tempat hiburan untuk membuat penduduk Anda bahagia. Sistem dasar lain seperti rumah sakit hingga sistem pembuangan sampah tetap perlu disediakan.
Paradox sendiri sayangnya masih belum menentukan jendela rils resmi untuk game yang akan dilepas untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC ini.
Bagaimana menurut Anda? Terlihat menarik?

