Menjajal Demo Resident Evil Requiem: Baru Tapi Terlalu Familiar!
Page 2

Menjajal Demo Resident Evil Requiem: Baru Tapi Terlalu Familiar!

Author picture
Author picture

Orang Pertama atau Orang Ketiga

Level kengerian sesi demo ini memang berkurang ketika kami berganti ke perspektif orang ketiga.

Salah satu fitur baru yang nantinya bisa Anda manfaatkan di Requiem adalah kebebasan untuk menggonta-ganti perspektif gameplay dari first-person atau third-person, yang untungnya juga sempat kami jajal di sesi demo ini. Mode first-person dihitung Capcom sebagai mode “standar” untuk Resident Evil Requiem dan dilihat sebagai perspektif yang direkomendasikan untuk bisa menikmati game ini secara optimal.

Mengubah kamera menjadi third–person memang terasa sedikit canggung ketika diajajal. Pertama, perubahan perspektif ini tidka lantas mengubah perspektif cut-scene yang ada. Semua cut-scene, setidaknya di sesi demo ini, tetap diambil menggunakan perspektif orang pertama seperti seharusnya.

Kedua? Game ini tetap menerjemahkan kecepatan lari perspektif orang pertama ke kamera orang ketiga sehingga Grace yang notabene bertubuh mungil ini punya kecepatan lari yang terhitung lambat. Namun setidaknya  ada ekstra animasi, seperti Grace yang terjatuh saat ketakutan, yang hanya bisa Anda nikmati di kamera orang ketiga.

Apakah berganti perspektif dari orang pertama ke orang ketiga mengubah level kengerian yang ditawarkan oleh demo ini? Untuk kami, iya. Salah satu alasan yang jelas bukan hanya karena lebar pandangan yang lebih luas sehingga Anda akan merasa lebih mawas saja, akan tetapi juga karena pengecilan skala sang entitas stalker yang kini tidak lagi sebesar dan seburuk yang seharusnya seperti ketika Anda melihatnya dari perspektif orang pertama.

Kami akan sangat bahagia jika Capcom bisa mengurangi sedikit intensitas atau sekadar volume erangan dan desahan yang dikeluarkan Grace.

Namun sayangnya, terlepas dari kamera orang pertama atau ketiga yang Anda gunakan, ia tetap memuat salah satu bagian yang paling menyebalkan bagi kami – suara erangan Grace. Kami memahami bahwa Capcom butuh menunjukkan bahwa ini adalah situasi yang sangat tidak biasa dan menyeramkan bagi Grace yang terhitung newbie di semesta ini. Namun mendengarnya secara konsisten mendesah dan mengerang untuk setiap pertemuan melawan stalker cukup untuk membuat kami hendak melemparkan headset kami ke sudut ruangan demo yang dipersiapkan Capcom. Ini adalah sesuatu yang harus mereka atur lebih baik, dari mengurangi intenstitasnya atau sekadar memperkecil volume yang ada.

Resident Evil Requiem, Pantaskah untuk Diantisipasi?

Memainkan demo ini justru membuat kami kian pensarans soal sisa pengalaman apa yang sepertinya tengah disimpan dan dipersiapkan Capcom.

Dari sesi demo singkat ini, kami akan menjawabnya dengan respon “Iya”. Keputusan Capcom untuk tidak memamerkan banyak terkait Requiem di titik ini dan hanya melemparkan demo singkat untuk pengalaman yang sudah sempat kami rasakan di seri-seri sebelumnya ini memang datang denganp  plus dan minusnya sendiri. Minusnya? Ia menimbulkan kekhawatiran bahwa selain karakter, cerita, dan visual baru, Capcom sudah tidak lagi punya inovasi yang bisa ia tawarkan untuk Resident Evil dari sisi mekanik. Plus-nya? Bahwa bisa jadi bahwa sisa pengalaman yang sengaja mereka simpan dan rahasiakan sebagai misteri hingga versi final nanti akan berujung memukau dan fantastis.

Resident Evil Requiem sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 27 Februari 2026 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website