
Siapa yang mengira bahwa hype tinggi yang mengitari sebuah judul video game justru bisa berujung tercederai karena keputusan sang developer yang memancing rasa antipati tinggi dan tanda tanya besar di saat yang sama. Hal inilah yang terjadi dengan Shift Up dan game action RPG terbaru mereka – Stellar Blade: Blood Rain. Tanpa angin apapun sama sekali, Shift Up tiba-tiba melemparkan sebuah video musik berpondasikan GenAI yang justru memancing lebih banyak kritik daripada pujian.
Eksistensi video musik tersebut tidak ayal lagi langsung memancing kekhawatiran tersendiri bahwa ia merupakan representasi dari niat Shift Up untuk benar-benar mengimplementasikan GenAI di versi video gamenya nanti.
Namun hal tersebut langsung dibantah oleh DongKi Lee – CTO Shift Up sekaligus Technical Director untuk seri Stellar Blade dalam wawancara terbarunya dengan TheGamer.
Ia menegaskan bahwa salah satu alasan mengapa video musik berbasis AI tersebut dibuat karena mereka ingin memamerkan lebih banyak keindahan Stellar Blade: Blood Rain, baik dari sisi dunia ataupun protagonis utamanya – Evie. Mereka ingin memamerkan sedikit dari kedua sisi tersebut.
DongKi memastikan bahwa via video tersebut, Shift Up terus memerhatikan dengan serius reaksi dan kekhawatiran yang muncul dari para fans. Hasilnya? Mulai dari sekarang, Shift Up berencana untuk membuat garis batas yang jelas antara konten yang memang berhubungan dengan video game dan mana konten “eksperimental” seperti video musik AI ini.

Di kesempatan yang sama, seperti yang sempat diungkapkan oleh sang CEO, DongKi Lee juga memastikan bahwa AI saat ini memang sudah menjadi bagian dari proses pengembangan di dalam Shift Up itu sendiri. Namun ia semata-mata digunakan sebagai alat pendukung saja, tidak lebih.
Shift Up sendiri belum banyak bicara soal jendela rilis Stellar Blade: Blood Rain atau kira-kira kapan kita akan melihat demo gameplay real-time dari seri sekuel yang begitu diantisipasi ini.
Bagaimana menurut Anda soal video musik AI-nya beberapa waktu yang lalu? Sesuatu yang Anda dukung atau tentang?

