
Teknologi yang lebih mutakhir saja tidak lantas akan menjadi satu-satunya pertimbangan belanja, terutama gamer. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan, dari rasionalisasi harga yang dipatok sampai dukungan video game eksklusif untuknya. Jika tidak, maka Anda akan bertemu dengan kasus yang mirip dengan rilis Playstation VR2 dari Sony. Teknologi yang patennya kini dikabarkan sudah berpindah tangan.
Seperti yang kita tahu, terlepas dari dukungan jeroan yang jauh lebih optimal dibandingkan iterasi pertamanya, rilis PSVR2 dari Sony untuk Playstation 5 memang terhitung gagal. Angka penjualan unit yang rendah dibarengi dengan dukungan game, terutama eksklusif yang begitu sedikit, membuatnya tidak jadi perangkat XR (Extended Reality) yang dilirik. Bahkan, Sony disebut-sebut sudah menjual paten teknologi andalan mereka ke Meta.
Hal ini dilaporkan oleh situs teknologi asal Korea Selatan – ZDNET Korea. Sony kabarnya sudah menjual sekitar 43 paten teknologi XR-nya, termasuk PSVR2 di dalamnya, kepada perusahaan sosial media raksasa – Meta. Penjualan paten-paten ini terjadi mulai dari bulan Juli – September 2026 kemarin.
Tidak ada informasi soal berapa total nilai yang didapatkan Sony dari transfer teknologi ini, namun ia jelas memberi sinyal kuat bahwa perusahaan di balik Playstation ini sepertinya tidak lagi tertarik untuk mendukung PSVR2 lebih jauh di generasi ini ataupun terjun lebih dalam ke teknologi XR di masa depan.

Terlepas dari langkah Sony ini, beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Meta misalnya, masih menaruh harapan besar di pasar XR, termasuk lewat pengenalan produk Meta VR Glasses beberapa waktu yang lalu. Perusahaan lain seperti Valve misalnya juga masih mendorong produk sekelas Steam Frame sebagai perangkat VR yang lebih ringkas.
Bagaimana menurut Anda? Apakah bendera putih Sony di pasar VR terlalu awal atau sesuatu yang bisa Anda rasionalisasi?

