
Setelah penantian yang cukup lama, Valve akhirnya melepas Steam Machine ke pasaran. Kali ini, mereka mendesain dan menentukan sendiri jeroan yang akan ditawarkan oleh mesin kotak ini, yang di awalnya sempat diharapkan akan muncul sebagai opsi mesin gaming mumpuni di harga yang murah. Namun pada akhirnya, kenaikan harga RAM dan Storage justru membuat Steam Machine dinilai terlalu mahal untuk spesifikasi yang ia usung. Apalagi, saat kita bicara soal performa nyatanya.
Siapa yang mengira bahwa keputusan Valve untuk membiarkan para reviewer untuk menjajal Steam Machine dan mengukur kemampuannya lebih dulu ternyata jadi sebuah bumerang dengan konsekuensi yang negatif. Seperti yang kita tahu, benchmark membuktikan performanya berujung setara atau bahkan di bawah Playstation 5 standar.
Situasi ini akhirnya membuat Valve mau tidak mau harus merevisi klaimnya soal performa Steam Machine di situs resmi. Sebelumnya, mereka dengan penuh percaya diri menuliskan bahwa “konsol” dengan sistem operasi SteamOS ini bisa mencapai 4K60FPS dengan FSR di keterangan sesi “CPU & GPU”.
Kini, di halaman resminya, sesi ini sudah berubah. Valve kini hanya menuliskan bahwa Steam Machine bisa memainkan ragam game “sampai” resolusi 4K. Tidak hanya itu saja, mereka juga membuang klaim framerate 60FPS yang sempat terikat pada target resolusi tersebut sembari mempertahankan deskripsi sisanya.
After backlash, Valve has changed their statement on 4K gaming at 60 FPS to 4K gaming on the Steam Machine page (before and after) 😭 pic.twitter.com/I8yH18f3QS
— Steam Hardware Updates (@HardwareSteam) June 25, 2026
Terlepas dari harga terhitung mahal yang ia usung jika dibandingkan dengan performa yang ada, Steam Machine tetap menjadi target belanja untuk banyak gamer, setidaknya di Asia. Laporan menyebut bahwa mesin-mesin yang tersedia via KOMODO untuk region ini berujung ludes hanya dalam hitungan saja. Walaupun sayangnya, tidak ada detail soal seberapa banyak stock yang sebenarnya dipersiapkan Valve untuk region ini.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang tertarik membeli “konsol” milik Valve ini?

