
Terlepas dari apakah sempat mencicipi game mereka atau tidak, namun sepertinya tidak sulit untuk mengenali game-game mana saja yang diracik oleh tangan dingin seorang Vanillaware.
Ada sesuatu yang istimewa dengan pendekatan visual mereka, yang seringkali dikombinasikan dengan gameplay dan cerita yang super kuat. Bahkan salah satu game mereka – 13 Sentinels: Aegis Rim masih sering dipuji sebagai salah satu cerita sci-fi terbaik di media hiburan secara keseluruhan. Sayangnya, ada satu kelemahan dari game Vanilllaware. Benar sekali, absennya rilis di versi PC.
Ketika game lain mulai berlomba-lomba terjun ke pasar PC untuk mendulang lebih banyak uang, game-game Vanillaware dari Dragon’s Crown, Unicorn Overlord, Odin Sphere, hingga 13 Sentinels: Aegis Rim tidak pernah menemukan jalannya ke PC.
Situasi ini tentu saja cukup untuk memancing tanda tanya besar soal apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan ini. Berbicara pada jurnalis gaming – James Mielke yang menyebarkan informasi tersebut via BlueSky, founder Vanillaware – George Kamitani menyalahkan ATLUS sebagai publisher. Vanillaware menyebut bahwa keputusan port sepenuhnya berada di tangan ATLUS untuk membiayainya atau tidak. Ia berharap fans terus menyuarakan keinganan tersebut agar rilis versi PC bisa terwujud.
Yang menarik? Pernyataan ini berujung kontradiktif dengan apa yang disampaikan ATLUS di tahun 2024 yang lalu pada situs Destructoid. Dalam wawancara yang membicarakan soal absennya port Unicorn Overlord untuk versi PC tersebut, ATLUS justriu menyalahkan Vanillaware. Produser ATLUS – Akiyasu Yamamoto mengungkapkan bahwa keinginan ATLUS untuk merilis game tersebut ke PC berujung tertahan oleh perjanjian mereka dengan Vanillaware. Pernyataan yang mengindikasikan bahwa Vanillaware adalah sang “sumber masalah”.

Di titik ini, tidak ada yang mengetahui siapa yang sebenarnya mengungkapkan kebenaran. Dalam pernyataan terakhirnya, James Mielke menyebut bahwa laporan bahwa Vanillaware yang tidak ingin game mereka masuk ke PC adalah laporan yang keliru. Sementara di sisi lain, ATLUS belum angkat bicara soal kontradiksi ini.
Game tebaru Vanillaware – Muramasa: Revenant Blades sendiri rencananya akan meluncur untuk PC di tahun 2027 mendatang, yang sepertinya bisa terjadi karena pergantian publisher menjadi XSEED Games dan Marvelous.
Bagaimana menurut Anda? Siapa yang mengungkapkan kebeneran yang sesungguhnya di sini?

