XBOX Tutup Ninja Theory

XBOX Tutup Ninja Theory

Author picture
Author picture

Semua gamer sepertinya masih mengingat situasi dimana dengan kekuatan kapital yang mereka miliki, Microsoft berujung membeli begitu banyak studio untuk berdiri di bawah bendera XBOX Game Studios mereka. Tidak main-main, aksi belanja ini bahkan berhasil “mengunci” nama sekelas Bethesda dan Activision Blizzard dengan segudang franchise andalannya. Namun perlahan tapi pasti, aksi belanja ini pun mulai menuntut sebuah konsekuensi yang tidak terhindarkan ketika ia tidak menghasilkan keuntungan yang cukup sebagai sebuah bisnis. Korban terbaruntya? Ninja Theory.

Mengikuti rencana “reset” yang sempat disuarakan oleh duo kepemimpinan baru XBOX – Asha Sharma sebagai CEO dan Matt Booty sebagai Chief Content Officer beberapa waktu lalu, XBOX akhirnya mengeksekusi rencana yang ternyata berujung pada penutupan beberapa studio.

Ada tiga studo yang setidaknya terdampak dari langka ini. Mereka adalah studio ternama seperti Ninja Theory yang merupakan developer di balik Hellblade dan baru saja mengumumkan proyek teranyar – Senua, Double Fine – studio di balik Psychonauts dan Grim Fandango, dan Compulsion Games – otak di balik game South of Midnight yang sempat meraih penghargaan. Arkane Studios juga disebut-sebut masuk dalam resiko yang sama.

Setidaknya dua studio dari ketiga nama tersebut masih melewati proses negosiasi alot atas nama bertahan hidup. XBOX kabarnya memberikan kesempatan bagi setiap studio ini untuk mencari pemilik baru atau dana untuk kembali membeli dirinya sendiri. Sayangnya, satu studio sudah mencapai keputusan final.

Ninja Theory – developer di balik seri Hellblade dan game klasik seperti DmC dan Enslaved berujung ditutup oleh XBOX.

Berdasarkan laporan dari The Verge, adalah Ninja Theory – studio di balik seri Hellblade dan game klasik seperti DmC dan Enslaved yang harus menelan pil pahit tersebut. Berdasarkan laporan para staff yang diterima oleh The Verge, Ninja Theory resmi tutup. Walaupun demikian, studio yang berbasis di Cambridge, Inggris, ini tetap membuka harapan untuk diakuisisi oleh studio lain.

Belum ada kejelasan bagaimana nasib game terbaru mereka – Senua yang saat ini sepertinya harus berhadapan dengan kesempatan yang kian kecil untuk dirilis sebagai produk komersial.

Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website