Tidak semua seri “spin-off” yang didasarkan pada sebuah franchise populer akan berujung sukses. Bahkan ketika proyek tersebut sudah melewati proses pembangunan bertahun-tahun untuk memastikannya rilis dalam keadaan matang. Hal inilah yang terjadi dengan game fighting racikan Riot Games dengan basis dunia League of Legends – 2XKO. Game yang masih terhitung muda ini dipastikan tidak akan lagi didukung secara aktif mulai bulan Desember 2026 mendatang karena angka pemain akitf yang terjustifikasi. Lantas, berapa angka yang sebenarnya diharapkan oleh Riot Games?
Pertanyaan inilah yang mengitari benak banyak gamer, terutama para penggiat Fighting Game Community alias FGC mengingat terlepas dari popularitas yang ada, genre ini tetaplah terhitung niche. Ternyata oh ternyata, ekspektasi Riot Games benar-benar besar.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh co-founder dan co-chairman dari Riot Games – Marc Merrill dalam podcast-nya bersama dengan The Lemonade Stand.
Merrill secara terbuka mengungkapkan bahwa untuk bisa merasionalisasi dukungan live-service 2XKO dan membuatnya terus hidup sebagai game fighting, Riot Games menuntut angka pemain aktif bulanan dari ratusan ribu tinggi sampai jutaan. Sebuah angka yang benar-benar bombastis.
Sebagai perbandingan, game fighting terpopuler saat ini – Street Fighter 6 dari Capcom “hanya” mencatatkan angka pemain aktif bulanan sekitar 16.000 – 20.000 player saja di Steam. Walaupun tidak ada data lebih jelas dari versi konsol, namun aman untuk berasumsi bahwa akumulasinya tetap tidak akan melewati apa yang diharapkan Riot untuk 2XKO.

Menariknya? Riot Games juga merasa bahwa kesuksesan 2XKO juga berujung dipengaruhi olek kesuksesan Street Fighter 6. Merrill merasa bahwa 2XKO bisa saja punya pengaruh dan efek lebih signifikan di komunitas jika ia berujung dirilis lebih cepat dibandingkan game fighting berbasis RE Engine dari Capcom tersebut. Yang sayangnya, tidak terjadi.
Riot sendiri saat ini masih berencana untuk membiarkan server 2XKO terus aktif setelah Desember 2026 agar para fans tetap bisa menikmati mode onlinenya dengan tenggat waktu yang tidak ditentukan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah ekspektasi dari Riot rasional untuk game fighting tag League of Legends ini?

