Review Beast of Reincarnation: Beneran Butuh Reinkarnasi!

Review Beast of Reincarnation: Beneran Butuh Reinkarnasi!

Author picture
Author picture

Apa yang Anda pikirkan ketika membicarakan nama Game Freak? Maka sebagian besar gamer akan langsung mengasosiasikan developer Jepang yang satu ini dengan game Pokemon, yang memang sudah mereka tangani untuk waktu yang sangat lama. Walaupun mendulang emas dari setiap judul yang hampir selalu terjual manis di pasaran ini, Game Freak sebenarnya juga punya beberapa proyek pribadi di masa lalu, yang diwujudkan dalam bentuk game dengan skala yang lebih kecil. Kini berusaha bertarung di ranah AA dan AAA, mereka mempersenjatai diri dengan Beast of Reincarnation.

Gamer mana yang tidak langsung memasukkan judul game ini sebagai salah satu judul yang paling mereka antisipasi di tahun 2026 ini. Ia tidak hanya bersumber dari terikatnya nama Game Freak saja, tetapi juga dari tema dan visual yang ia usung. Seorang karakter wanita yang berjubah bak Ronin dan katana yang siap membelah begitu banyak robot humanoid dan monster? Yang kemudian dikombiansikan dengan companion seekor anjing yang juga menawarkan mekanisme berbeda? Ia berhasil membangun hype dengan begitu manisnya.

Lantas, seperti apa pengalaman yang ditawarkan oleh Beast of Reincarnation ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang butuh reinkarnasi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai seorang Sealer bernama Emma yang diminta untuk berburu para monster raksasa bernama Nushi.

Mengambil sebuah dunia post-apocalyptic dimana dunia berada di ambang kehancuran karena sebuah wabah yang terus menyebar. Wabah yang satu ini melahirkan begitu banyak monster bernama Malefact dengan sebuah monster penguasa di setiap region yang diyakini merupakan sang sumber masalah – Nushi.

Anda akan berperan sebagai seorang Sealer istimewa bernama Emma yang untuk alasan yang tidak diketahui, tidak memahami bagaimana cara emosi manusia bekerja. Sebagai seorang Sealer, menjadi tugas Emma untuk mengalahkan dan menyerap kekuatan para Nushi yang ada dengan tujuan akhir – mempersiapkan diri untuk menghabisi sang monster utama bernama Beast of Reincarnation yang terus hidup 100 tahun sekali. Untungnya, tidak sendiri, Emma juga dibantu oleh Koo – seorang Malefact berbentuk anjing yang sepertinya berbagi ikatan tertentu bersama dengan Emma.

Emma akan ditemani oleh seekor anjing companion bernama Koo.
Kekuatan para Nushi yang dihabisi oleh Emma disebut-sebut akan jadi solusi untuk menghentikan sang marabahaya utama – Beast of Reincarnation.

Maka seiring dengan progress yang terus berjalkan, Emma dan para companion yang ia percayai – Brad sang pilot mecha bernama Cleanse Walker yang membawanya dari satu region ke region lain, Kagura – anak perempuan yang ia selamatkan, dan juga – Bauera, sejenis AI dalam Cleanse Walker yang siap menyediakan segala informasi yang dibutuhkan, Emma pun mengemban tanggung jawab ini dengan beragam rintangan yang ada. Yang menarik? Di dalam tubuh Emma juga eksis sebuah entitas anak perempuan bernama Violet dengan asal-usul yang misterius.

Lantas, tantangan seperti apa saja yang perlu dilewati oleh Emma di game ini? Mampukah ia menundukkan Beast of Reincarnation di akhir? Siapa pula Violet yang hidup di dalam dirinya? Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Beast of Reincarnation.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Previous Post

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website