
Tidak ada perdebatan, keamanan adalah salah satu hal yang paling penting dari sebuah toko digital, termasuk di industri game sekalipun. Konsumen butuh diyakinkan bahwa data pribadi mereka, apalagi yang brehubungan dengan uang dan per-bank-an, tidak akan bocor ke publik. Sementara dari sisi developer dan publisher? Selain memastikan bahwa pendapatan mereka memang terbagi adil, kepastian bahwa game mereka tidak bocor lebih dahulu ke internet juga jadi sesuatu yang esensial., Siapa yang mengira untuk kasus yang terakhir ini, ia akan melibatkan platform ratusan juta umat PC dari Valve – Steam.
Setelah eksis lama tanpa banyak mengalami masalah keamanan yang berarti, Steam diduga tiba-tiba mengalami kasus kebocoran data yang masif. Tidak main-main, 12TB atau sekitar 12.000 GB data disebut-sebut kini tersedia untuk diakses oleh publik.
Menariknya? Kebocoran data ini tidak terjadi karena aksi hacker dan sejenisnya, melainkan keteldoran dari Valve sendiri. Valve disebut membiarkan endpoint untuk akses ke server storage mereka terbuka untuk diakses ke publik.
Hasilnya? Data Steam dari tahun 2003 – 2013 kini kabarnya tersedia untuk diakses oleh publik. Data-data ini tidak hanya berisikan segudang data internal Valve tetapi juga aset-aset dari game pihak ketiga yang sempat tersedia di Steam di kurun waktu tersebut. Akses data terputus mulai tahun 2014 karena disinyalir bahwa Valve di tahun ini sudah berganti sistem storage.
No hacking involved, just verified that everything in Steam2 Teraleak was obtained via a publicly accessable endpoint. It's Valve's fault… https://t.co/4OaWmU7D9p
— ‎Gabe Follower (@gabefollower) August 29, 2026
Banyak fans Valve kabarnya tengah menyisir data ini untuk mellihat apa saja yang tengah mereka kerjakan selama kurun 10 tahun tersebut, dengan indikasi bahwa setidaknya ada waktu dimana Half-Life 2: Episode 3 memang sempat dikerjakan. Sebuah halaman GitHub juga dilepas untuk menuliskan daftar lengkap game apa saja yang bocor, termasuk beberapa seri Call of Duty, Final Fantasy XI, Civilization, hingga Deus Ex.
Valve sendiri belum angkat bicara soal kebocoran data ini dan apakah mereka akan melemparkan respon resmi untuk situasi yang satu ini atau tidak.
Bagaimana dengan Anda? Sudah aktif menggunakan Steam sejak era tersebut?

