Review Onimusha – Way of the Sword: Aksi yang Nyaris Sempurna!

Review Onimusha – Way of the Sword: Aksi yang Nyaris Sempurna!

Author picture
Author picture

Sebagai salah satu perusahaan video game legendaris, Capcom memang punya segudang franchise populer yang tengah “tertidur” saat ini. Fakta bahwa dari semua nama yang punya peluang sukses setara ini, mereka memilih Onimusha untuk dibangkikan kembali adalah sesuatu yang pantas untuk dirayakan. Capcom sepertinya memahami bahwa game action yang pertama kali eksis di Playstation 2 ini punya kesempatan untuk sukses di era gaming modern, apalagi dengan penanganan yang tepat. Darinya, lahirlah Onimusha: Way of the Sword.

Lewat demo yang ia lepas, yang juga berujung diperpanjang via update terbaru, Capcom seolah ingin memberikan kesempatan bagi gamer yang ragu, terutama mereka yang mencintai game action berbasis melee, untuk menjajal langsung apa yang ditawarkan Onimusha: Way of the Sword.

Animasinya ciamik, efeknya memuaskan, pertarungan boss-nya menjanjikan, namun keluhan bahwa tingkat kesulitan yang ia tawarkan terlalu mudah juga bukan kritik yang tidak berdasar. Kini setelah penantian panjang, kami akhirnya berkesempatan untuk menjajal game ini lebih cepat.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Onimusha: Way of the Sword ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai aksi yang nyaris sempurna? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai samurai legendaris ternama – Miyamoto Musashi.

Tidak berhubungan banyak dengan seri-seri sebelumnya, Onimusha: Way of the Sword akan meminta Anda untuk berperan sebagai salah satu samurai paling terkenal di era feudal Jepang – Miyamoto Musashi.

Melanjutkan kiprahnya sebagai samura gemar bertarung yang terus mencari samurai-samurai terkuat untuk ditaklukkan, Musashi tiba-tiba bertemu dengan kekuatan yang tidak pernah ia prediksi sebelumnya. Keahlian dan kemampuan pedangnya ternyata tidak sekalipun bisa menyabet dan memotong para monster bernama Genma yang menyerangnya secara bersamaan. Nyawa tidak lagi terselamatkan dan Musashi pun harus menerima satu kenyataan pahit – bahwa ia kini mengambang pelan menuju neraka.

Namun di tengah perjalanan menuju ke neraka tersebut, ia justru dipanggill dan dibangun oleh entitas misterius yang menyerupai seorang pria putih. Dengan jubah putihnya yang terlihat begitu suci dan bersih, ia menghadiahkan Musashi sebuah sarung tangan Oni yang langsung melekat kuat. Sang sarung tangan ini tidak hanya membawa Musashi kembali ke dunia saja, tetapi juga memberikannya kekuatan untuk menundukkan Genma dengan mudahnya.

Persinggungannya dengan para Genma membuatnya tak berkutik dan berujung tewas.
Namun alih-alih tiba dan menetap di neraka, ia justru dibangkitkan oleh entitas misterius dengan ekstra Oni Gauntlet di tangan.

Dengan harga diri yang harus tercoreng kuat karena fakta bahwa ia harus mengandalkan sesuatu di luar kemampuannya “bermain” katana sebagai solusi, Musashi menemukan bahwa dirinya ternyata bukan satu-satunya pemilik Oni Gauntlet ini. Ia berhadapan dengan sosok lain yang mengaku sudah berusia ratusan tahun dan ditugaskan untuk menjaga Kyoto dari invasi para Genma. Tidak cukup? Ia juga menemukan sang rival – Ganryu juga dipersenjatai hal yang sama.

Lantas, nasib apa yang tengah menunggu Musashi? Kira-kira seperti apa takdir yang mengikat dirinya dan Ganryu? Apa pula fungsi Oni Gauntlet dan siapa pria misterius yang menghadiahi dirinya sarung tangan penyerap jiwa ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Onimusha: Way of the Sword.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website