
Sang “barang panas”, kata ini memang tepat untuk menjelaskan posisi Steam Machine di pasar hardware saat ini. Walaupun ada sedikit keterkejutan bahwa harga versi standar-nya ternyata jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan karena penyesuaian harga terhadap mahalnya memori dan RAM di pasaran saat ini, ia tetap laku keras.
Banyak yang meliriknya atas nama rasa penasaran dengan tidak sedikit pula yang tergoda para form factor ringkas dan sistem operasi optimal yang ia usung untuk aksi gaming ruang tamu. Sayangnya, seperti halnya Steam Deck, gamer Indonesia tetap tidak akan bisa menikmatinya karena ia tidak tersedia secara resmi di region kita.
Namun seperti yang dipredfiksi pula, situasi ini tidak akan menghalangi para pedagang lokal yang akan berupaya untuk memasukkan barang ini ke pasar Indonesia, terlepas dari harga dan kelangkaannya. Setelah menunggu selama beberapa minggu, terpantau setidaknya sudah ada satu toko berlokasi di Jakarta Barat yang menawarkan kesempatan untuk memiliki Steam Machine ini.
Yang membuatnya mengejutkan? Harga yang dipatok berujung melambung sangat tinggi dibandingkan dengan konversi harga “normal” yang ditawarkan oleh Valve. Steam Machine dari toko lokal ini dipatok di harga 65 juta Rupiah untuk versi 512GB dan sekitar 70 juta Rupiah untuk versi 2 TB. Tidak ada informasi apakah harga ini sudah termasuk Steam Controller yang juga tidak kalah mahalnya di pasar Indonesia.

Harga ini tentu saja jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga Steam Machinej jika sekadar dikonversi dari USD, dimana ia seharusnya berada di tingkat harga USD 1.049 (18,8 juta Rupiah) untuk versi 512 GB tanpa kontroler dan USD 1.349 (24,2 juta Rupiah_ untuk versi 2 TB tanpa kontroler.
Bagaimana dengan Anda? Tertarik untuk memiliki Steam Machine di Indonesia dengan harga setinggi ini?

