
Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first-party Sony saat ini memang tidak berlebihan. Kita bicara soal developer yang di masa lalu terkenal lewat game Ratchet & Clank dan kini menjadi ujung tombak game superhero Playstation. Lewat setidaknya tiga seri Spider-Man berbeda dan potensi untuk lebih banyak seri baru di masa depan, Insomniac Games membuktikan bahwa mereka memahami apa yang membuat satu karakter superhero istimewa dan berbeda, kemudian menerjemahkannya ke dalam pengalaman interaktif yang seru. Tidak heran jika semua ini membuat antisipasi terhadap sang proyek terbaru – Marvel’s Wolverine begitu kuat.
Sayangnya, tidak seperti di era Spider-Man dimana proses pengembangan berjalan nyaris tanpa masalah dari faktor eksternal, Insomniac Games harus berhadapan dengan salah satu kasus kebocoran data terparah di industri game tahun 2023 yang lalu.
Salah satu target leak adalah Marvel’s Wolverine yang bahkan build-nya sudah bisa dimainkan gamer PC dalam situasi tidak rampung. Tidak ada kejelasan apakah situasi ini berujung mempengaruhi langsung atau tidak langsung apa yang hendak Insomniac kejar dengan Marvel’s Wolverine itu sendiri. Satu yang pasti, ia akhirnya tersedia sebagai produk komersial di September 2026 ini.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Marvel’s Wolverine ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang justru cakarnya tumpul? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Kami juga merasa perlu memberi tahu bahwa Sony dan Insomniac Games memberikan limitasi 10 buah screenshot untuk setiap artikel review yang ada, termasuk review ini, atas nama untuk mencegah spoiler. Oleh karena itu, format review ini akan berbeda dengan standar gaya review kami yang menyuntikkan banyak gambar relevan untuk memberikan gambaran lebih jelas. Kami akan lebih banyak mengandalkan deskripsi di review kali ini.
Plot

Seperti nama yang ia usung, Marvel’s Wolverine tentu akan menjadikan salah satu anggota X-Men paling ternama – Wolverine sebagai bintang dan tentu saja sosok di balik topeng yang ia kenakan – Logan.
Walaupun namanya terikat kuat pada X-Men, Insomniac Games dan Sony memutuskan untuk tidak mengeksplorasi tim mutant super populer tersebut di seri Marvel’s Wolverine kali ini. Logan tetap ditemani oleh kelompok mutant bernama Team X yang berisikan Sabretooth dan Mystique di dalamnya, dengan seorang pemimpin bernama Essex yang juga ingin menyelamatkan mutant dari ambang kepunahan. Kekhawatiran ini beralasan mengingat Trask – seorang ilmuwan super cerdas terus mengembangkan teknologi untuk memastikan superioritas manusia tercapai.
Namun seperti yang bisa diprediksi, perjalanan untuk membela para mutant ini tidak mudah. Trask tidak hanya terus meracik teknologi perburuan mutant saja, tetapi juga menugaskan pasukan bernama Reavers untuk mengejar dan menahan mutant manapun yang mereka temukan. Perjalanan Logan dan Team X tidak hanya membuat mereka bergerak melintasi dunia, tetapi juga tenggelam dalam konspirasi lebih dalam yang juga melibatkan organisasi bayangan asal Jepang – The Hand. Perjuangan yang juga ia kobarkan dengan dampingan seorang companion baru – Jean Grey di sampingnya.
Lantas, apa yang sebenarnya dikejar oleh Trask dan The Hand ini? Mampukah Wolverine menyelamatkan para mutant? Apa juga yang sebenarnya direncanakan Essex dengan Team X yang ia bentuk? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Marvel’s Wolverine ini.

