Review Marvel’s Wolverine: Cakar yang Tumpul!
Page 3

Review Marvel’s Wolverine: Cakar yang Tumpul!

Author picture
Author picture

Cakar yang Tumpul

Ada banyak keputusan dan pilihan dari Insomniac Games yang membuat pengalaman Wolverine ini berujung terasa biasa saja dan gagal istimewa, termasuk desain pertarungan boss yang sama sekali tidak memuaskan.

Di atas kertas, dari apa yang kami bicarakan di atas, Marvel’s Wolverine memang terdengar dan terasa seperti game action yang pantas untuk dirayakan, terlepas dari betapa tidak rapinya eksekusi sisi presentasi yang juga kami bicarakan di sesi sebelumnya. Namun sayangnya, semakin lama Anda menyelam, semakin jauh cerita bergerak, semakin banyak hal yang pantas dikeluhkan dari seri ini. Hingga di titik harus diakui bahwa cakar Wolverine dari Insomniac Games ini tidak “setajam” yang kami harapkan.

Kita mulai dari hal sedasar sistem pertarungan dulu. Marvel’s Wolverine memang menawarkan kepuasan aksi cabik yang brutal saat kita melawan dan menghabisi ragam musuh biasa yang akan berupaya mengepung Anda dari segala arah. Namun kepuasan tersebut seolah langsung lenyap ketika Wolverine mulai bertarung melawan musuh yang lebih besar / spesial dan juga para boss.

Mengapa? Karena sistem yang ditawarkan Insomniac Games di sini tidak memberikan cukup banyak feedback dan pondasi strategi untuk membuat pertarungan melawan musuh spesial dan boss ini menjadi istimewa dan asyik. Anda memang bisa melakukan aksi parry, namun game ini tidak memperlihatkan bagaimana aksi pertahanan Anda di timing tepat ini terlihat efektif saat bertarung melawan jenis musuh seperti ini. Mereka akan tetap menyerang seperti biasa, melanjutkan kombo mereka, yang kemudian ditutup dengan serangan yang membuat satu-satunya solusi adalah menghindar. Sisa pertarungan adalah berusaha memasukkan serangan dan skill aktif begitu ia tersedia, hingga musuh besar yang juga muncul dari kelompok Reavers hingga The Hand ini tewas.

Hal sama juga terjadi di pertarungan boss yang kesemuanya juga berdiri di atas pondasi yang serupa dan sekali lagi, tanpa ada feedback atau dramatisasi yang memuaskan. Setiap boss akan punya moveset yang mengkombinasikan serangan biasa yang bisa Anda parry dan serangan spesial yang harus Anda hindari dengan dodge dan kemudian bergerak menjauh saat Anda berhasil memasukkan satu atau dua jenis serangan. Kemudian siklus yang sama juga kembali berulang hingga Anda atau sang boss yang berujung tunduk. Sesekali, ada QTE bak desain game lawas di tengah, namun tidak banyak membantu menge-elevasi pengalaman pertarungan yang ada.

Namun lemahnya pengalaman yang ditawarkan oleh Marvel’s Wolverine tidak hanya datang dari sistem pertarungan melawan musuh berukuran besar atau boss ini saja. Kami juga mempertanyakan ragam keputusan yang mereka ambil dari sisi plot.

Walaupun kami menyukai dan mengagumi apa yang disuntikkan Insomniac Games dengan Logan dan Jean Grey di sini, namun harus diakui bahwa selain Mystique, hampir semua karakter pendamping cerita yang ditawarkan Insomniac Games di sini gagal untuk menawarkan kesan yang kuat atau bahkan kedekatan yang cukup dalam untuk membuat Anda merasakan kepedulian, amarah, sedih, ataupun rasa frustrasi. Sebagai contoh? Anak-anak mutant yang diselamatkan oleh Logan misalnya. Sebegitu singkat dan pendeknya interaksi Anda, yang juga tidak didukung dengan sedikitpun porsi dimana mereka terasa berkontribusi pada sisi aksi ataupun cerita, tidak ada satupun karakter ini yang akan berujung membuat Anda tergugah.

Kami juga mempertanyakan keputusan Insomniac Games untuk benar-benar menjauhi apapun yang berhubungan dengan X-Men ataupun Weapon X yang bahkan sama sekali tidak disinggung di sini. Situasi ini kemudian direfleksikan dengan keputusan untuk menyediakan karakter-karakter easter egg atau pendukung yang akan sangat terasa asing dan tidak cukup untuk membuat gamer seperti kami, yang notabene tidak membaca komik Marvel dan mengikutinya, punya referensi untuk membangun antisipasi atau hype dengan karakter mutant apapun yang berupaya disuntikkan Insomniac di sini.

Salah satu contoh adalah ketika Logan sejak awal terus membicarakan bagaimana Team X dulunya memiliki mantan anggota yang kini tinggal di Tokyo. Setelah cerita bergerak, kita pun mau tidak mau harus mengunjungi ibukota Jepang ini dan bertemu dengan “mantan Team X” yang sudah dibicarakan oleh Logan ini. Sebagai gamer yang tidak mengikuti komik Marvel, kami tentu saja berharap sekaligus mengantisipasi bahwa ini akan berujung jadi karakter populer yang seharusnya dikenal oleh orang awam sekalipun, yang membuat penantian dari apa yang terus digoda Logan terbayar manis. Ketika momen ini tiba dan si karakter muncul? Reaksi pertama kami: INI SIAPA? INI SIAPAAA??!

Ada pula keputusan kreatif lainnya yang juga kami pertanyakan, yang sayangnya harus diakui, kembali gagal merefleksikan status Insomniac Games sebagai salah satu developer first party terbaik Sony. Pada saat Anda diberikan opsi untuk bergerak menuju ke Cabin dan menyelesaikan ragam tantangan yang ada atas nama buff di sesi Adaptations, Anda juga akan diberikan sebuah trophy sebagai penghargaan untuk keberhasilan Anda melewatinya. Setiap trophy ini seharusnya melambangkan satu porsi cerita hidup Logan mengingat sisi regenerasinya membuat ia “abadi”. Cerita yang bergerak dari tahun 1800-an hingga era modern ini sayangnya, semuanya disajikan dalam bentuk dialog. Bahwa porsi-porsi cerita yang menarik ini berujung sekadar dijabarkan dalam bentuk teks saja.

Padahal, di otak kami, apalagi dengan statusnya sebagai studio first-party Sony, Insomniac Games sebenarnya punya sumber daya untuk membuat setiap porsi cerita Logan di era masa lampau ini lebih istimewa. Mereka bisa menyajikannya dalam bentuk cut-scene singkat untuk memastikan atmosfer dan tema cerita yang didorong memang tampil selayaknya. Atau ide yang bahkan gila? Menjadikannya sebagai porsi playable yang kecil untuk memberikan kita kesempatan menyelam lebih dalam ke dalam kisah Logan. Namun sayangnya, semuanya disajikan hanya dalam bentuk baris kalimat, tidak lebih.

Sesungguhnya, kombinasi-kombinasi dari keputusan kreatif yang diambil Insomniac Games di game ini benar-benar membuat kami mempertanyakan satu hal: apakah ini semua memang merupakan keputusan yang mereka ambil sendiri ataukah ini adalah kombinasi dari ragam limitasi yang berada di luar kekuasaan mereka, terutama dari masa lisensi. Karena pilihan-pilihan ini membuat Marvel’s Wolverine terasa terkadang terasa seperti sebuah game action yang diracik developer pihak ketiga alih–alih first party Sony.

Kesimpulan

Keseluruhan pengalaman ini terasa seperti sebuah game Wolverine yang dikerjakan bukan oleh studio first-party Sony yang selama ini dikenal penuh detail dan kehati-hatian. Cakar adamantium yang seharusnya mampu menyayat mudah tersebut terasa begitu tumpul di sini.

Jika kita hanya memandang Marvel’s Wolverine sebagai game action saja, maka ada banyak hal yang ditawarkan Insomniac di sini yang akan memuaskan para fans Wolverine secara umum, terutama dari kepuasan menggunakan cakarnya untuk mencabik-cabik belasan hingga puluhan musuh biasa, melihat bagaimana kostum yang ia gunakan hancur sebagai konsekuensi, menikmati kemampuan regenerasinya, atau sekadar menikmati koneksinya bersama dengan Jean Grey. Namun begitu Anda mulai pelan tapi pasti memerhatikan detail-detail kecil yang ada, ilusi kenikmatan ini seolah runtuh.

Karena harus diakui, setelah track record fantastis mereka di tiga game Spider-Man sebelumnya, Marvel’s Wolverine berujung menjadi game Insomniac yang terasa kurang rapi dan kurang tajam di saat yang sama. Ada banyak hal dari sisi desain yang mencabut sensasi imersif Anda dari cerita, terutama dari sisi ekplorasi. Sementara di sisi lain, keputusan-keputusan kreatif yang diambil oleh Insomniac juga tidak banyak membantu untuk membuat perjalanan manusia bercakar adamantium ini hadir menggugah dan istimewa. Seolah-olah ini bukan game yang dikerjakan oleh studio first-party Sony.

Maka yang Anda temukan adalah sebuah game action yang terasa biasa dengan padu padan cerita yang sedikit lebih baik. Sekali lagi tidak buruk, hanya saja gagal terasa istimewa seperti halnya apa yang kita dapatkan dari Spider-Man yang juga noatebene lahir dari tangan developer yang sama. Keseluruhan pengalaman ini terasa seperti sebuah game Wolverine yang dikerjakan bukan oleh studio first-party Sony yang selama ini dikenal penuh detail dan kehati-hatian. Cakar adamantium yang seharusnya mampu menyayat mudah tersebut terasa begitu tumpul di sini.

Kelebihan

Opsi kostum yang bisa Anda kenakan dan racik di sini hadir dengan varian dan jumlah yang memesona.
  • Perarungan melawan musuh-musuh biasa terasa brutal dan memuaskan
  • Kekuatan regenerasi dan amarah Logan diterjemahkan dengan baik di sisi gameplay
  • Cerita antara Logan dan Jean Grey cukup menarik
  • Opsi kostum dan efek kehancuran yang keren

Kekurangan

Gagal menawarkan sensasi pertarungan memuaskan melawan musuh besar dan boss adalah sesuatu yang fatal untuk game seperti ini
  • Proses eksplorasi sering mengesankan desain level tidak rapi
  • Beberapa seri presentasi tidak mencerminkan status Insomniac sebagai studio first-party, terutama untuk desain luar ruangan
  • Pertarungan melawan musuh besar dan boss sama sekali tidak memuaskan
  • Cerita kekurangan karakter pendukung dari dunia Marvel yang cukup populer untuk dikenali gamer awam yang tidak mengikuti komik atas nama hype
  • Plot utama kurang menarik
  • Sistem eksplorasi untuk mencari peti berasa terlalu lawas
  • Sejarah kisah perjalanan Logan disajikan sekadar teks sehingga kurang efektif
  • Sisi kustomisasi cakar tidak terlihat banyak berbeda satu sama lain

Direkomendasikan untuk gamer: pencinta Wolverine, penikmat game superhero

Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang mencari game action yang intens, yang menginginkan keseruan eksplorasi sekelas Marvel’s Spider-Man

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website