
Genre survival horror saat ini memang tengah menikmati masa keemasannya. Bersama dengan setiap seri Resident Evil yang sukses, ada seri terbaru Silent Hill yang tidak kalah keren dengan eksplorasi lebih banyak tema dan setting. Di antaranya? Ada begitu banyak game indie dengan tema uniknya masing-masing, dari yang memang didesain atas nama kualitas dan yang diracik sebagai pondasi konten untuk streamer dan vtuber. Di tengah situasi inilah, studio Pendopo Creations hadir dengan The Fractured Shimmer.
Untuk Anda yang tidak terlalu familiar dengan studio ini, mereka merupakan otak di balik Rendezvous – sebuah game pixel-art bertema sci-fi yang sempat mencuri perhatian di masa lalu. Dengan gaya visual serupa yang sepertinya kini tumbuh menjadi expertise mereka, The Fractured Shimmer datang dengan pendekatan yang jauh berbeda.
Pixel-art sama sekali tidak menghalangi kesempatan bagi Pendopo untuk meracik sebuah game yang memanjakan mata sembari memastikan ia datang dengan atmosfer horror yang tepat. Sumber cahaya menghasilkan bayangan yang seharusnya, dengan kedip yang membuat segala sesuatunya kian misterius, bersama dengan segudang pintu tertutup yang datang dengan satu isyarat yang kuat dan jelas – bahwa Anda tengah terperangkap.
Tidak perlu menunggu terlalu lama di sesi demo kami hingga Pendopo langsung memperkenalkan kepada Anda ancaman seperti apa yang mengintai. Terkonfirmasi bahwa versi demo ini diracik secara eksklusif dan bukan bagian dari cerita utama nanti, seorang pembunuh dengan senjata besar akan terus mengejar Anda dengan kemampuan untuk menghabisi Anda secara instan dengan hanya sekadar “bersentuhan” saja.
Yang menarik? Pendopo memastikan ambisi mereka untuk meracik sebuah game yang sepenuhnya horror dan bukannya survival horror. Ini berarti alih-alih seperti Resident Evil atau Silent Hill dimana Anda bisa melawan, The Fractured Shimmer tidak akan menyediakan kesempatan tersebut. Yang akan bisa dilakukan oleh karakter utaama Anda – Eddy yang diposisikan sebagai jurnalis hanyalah berlari dan bersembunyi. Mereka juga memastikan bahwa beberapa mekanik “standar” seperti menunduk tidak akan tersedia yang untungnya, juga akan diseimbangkan dengan absennya kemampuan sang pembunuh untuk mendeteksi suara.

Dengan keputusan seperti ini, maka Pendopo punya tugas yang berat dan besar untuk membangun sebuah game horror yang menarik dari tidak hanya dari sisi cerita saja, tetapi juga rangkaian puzzle yang harus diselesaikan. Untuk sebuah game yang ingin menawarkan konten hingga 8 jam, The Fractured Shimmer di atas kertas, bukanlah sebuah game yang mudah dibangun tanpa energi kreatif yang cukup. Untungnya, Pendopo terdengar optimis akan bisa mengeksekusi hal tersebut.
Anda sendiri bisa menguji langsung apa yang hendak ditawarkan Pendopo di The Fractured Shimmer via demo yang saat ini sudah tersedia. Bagaimana menurut Anda? Terlihat menarik?

