
Berbeda dengan cara Capcom menangani Resident Evil, Konami memang punya strategi yang unik untuk membangkitkan franchise survival horror andalan mereka – Silent Hill. Bahwa alih-alih ditangani tim internal, mereka memberikan kesempatan bagi developer pihak ketiga untuk “menerjemahkan” versi mereka sendiri di luar proyek remake bersama dengan Bloober Team. Hasilnya? Dua buah seri dengan puja-puji – Silent Hill f dari Neobards dan Silent Hill: Townfall dari Screen Burn. Ternyata oh ternyata, Konami juga punya cara unik menanganinya.
Hal inilah yang diungkapkan oleh director Townfall – Jon McKellan dalam panel MCM London Comic Con seperti yang disadur dari situs VGC.
Ternyata oh ternyata, selama proses pengembangan kedua game ini, Konami hadir dengan satu strategi yang unik. Oleh karena itu, mereka tidak memperbolehkan kedua tim yang berbeda dengan seri Silent Hill masing-masing ini untuk saling “mengintip” progress yang lain. Alasannya? Karena Konami takut bahwa keduanya akan berujung saling mempengaruhi.
Walaupun demikian, bukan berarti Konami tidak berperan aktif. Mereka menjadi penengah sekaligus reviewer untuk konten kedua game secara bersamaan. Jika Konami merasa ada sesuatu hal yang terlalu mirip atau berdekatan satu sama lain, seperti desain musuh misalnya, mereka akan memberi saran bagi tim developer terkait untuk mengubahnya. Semuanya disampaikan secara implisit.

Screen Burn menegaskan bahwa mereka tetap memiliki kebebasan kreatif yang mutlak untuk Townfall dimana Konami baru akan ikut campur jika mereka merasa bahwa mereka butuh melakukan hal tersebut.
Seperti yang kita tahu, Konami sendiri sudah mengungkapkan ketertarikan untuk terus melanjutkan seri Silent Hill dengan setidaknya baru satu proyek – Remake seri pertama bersama Bloober Team yang baru terkonfirmasi. Satu yang pasti, lewat Townfall dan f, ia kini tidak lagi jadi sebuah seri yang “terperangkap” ada satu lokasi setting tertentu.
Bagaimana dengan Anda? Seri Silent Hill seperti apa yang ingin Anda lihat di masa depan?

