
Gamer tentu saja punya hak penuh untuk menentukan sendiri bagaimana cara terbaik untuk menikmati game yang mereka beli, baik menggunakan mod ataupun cheat sekalipun.
Namun sentimen ini akan otomatis berubah ketika kita bicara soal game multiplayer, terutama yang hadir dengan konsep kompetitif. Bermain curang menggunakan cheat berarti secara otomatis akan merusak pengalaman kompetitif user yang lain. Tidak heran jika ia jadi salah satu masalah yang terus dipengari oleh developer dan publisher game sejenis ini.
Yang paling gila dan tidak masuk akal? Hampir sebagian besar cheat yang mumpuni di game-game kompetitif populer saat ini bukanlah sekadar salinan kode gratis yang bisa Anda pasang begitu saja. Cheat-cheat super sakti biasanya datang dengan konsep berbayar, baik dengan sistem bayar sekali ataupun langganan bulanan. Nilainya juga tidak bisa dihitung murah.
Ternyata oh ternyata, nilai “industri” ilegal yang satu ini benar-benar fantastis. Berdasarkan informasi dari blog yang dilepas Activision terkait sistem anti-cheat mereka – Ricochet yang tancap gas penuh untuk terus memburu dan mematikan cheat-cheat game andalan mereka, bisnis ini ternyata memiliki perputaran uang yang masif.

Diambil dari platform analisa ancaman – Intorqa, nilai industri bisnis cheat dengan sistem langganan berbayar dari sekitar 15 game kompetitif, berdasarakn data di Februari 2026 kemarin, bernilai sekitar USD 3,5 miliar. Jika ditambah dengan sektor pendukung dari penjualan akun, boosting, spoofing, dan layanan ekstra bermain curang lainnya, ekonomi ini diperkirakan menembus angka USD 8,5 miliar atau sekitar 150 triliun Rupiah!
Untuk bisa beradaptasi dengan para pelaku belakang layar bisnis cheat yang juga terus menyempurnakan diri dan berubah, Ricochet menegaskan komitmen mereka juga untuk mengaplikasikan strategi yang serupa.
Bagaimana dengan Anda? Sempat bertemu dengan cheater di game-game multiplayer kompetitif?

