
Salah satu langkah paling mengejutkan di industri game, kalimat yang satu ini sepertinya tidak berlebihan saat kita bicara soal keputusan EA untuk menjual dirinya sendiri. Sebagai salah satu perusahaan terbesar industri game dengan franchise yang sejauh ini terlihat efektif mendulang uang masif dari EA Sports FC, Battlefield, hingga Apex Legends, ia jadi sebuah langkah yang dinilai banyak pihak, ekstrim. Kini, terlepas dari komentar begitu banyak pihak, proses akuisisi ini akhirnya rampung.
Diumumkan pertama kali di bulan September 2025 yang lalu, selayaknya proses akuisisi bernilai besar lainnya, EA juga harus melewati proses pemeriksaan beragam badan anti-monopoli di beragam region besar dunia. Setelah mengantongi kesemua izin tersebut, proses akuisisi pun berjalan tanpa masalah.
Kini dengan selesainya proses tersebut, status EA kini berubah dari perusahaan publik ke privat. Ia kini merupakan perusahan yang berdiri di bawah kepemilikan konsorsium berisikan tiga badan investasi – PIF, Silver Lake, dan Affinity Partners. Dari ketiga nama tersebut, adalah PIF – badan investasi milik Arab Saudi yang memegang persentase kepemilikan terbanyak.

Dalam pernyataan resminya, Head of International Investment PIF – Turqi Alnowaiser menyebut bahwa industri hiburan dan olahraga memang menjadi fokus strategis PIF mengingat keduanya merupakan sektor-sektor dengan pertumbuhan terepat di dunia. Oleh karena itu, mereka mengaku siap berperan sebagai partner jangka panjang bagi tim management EA untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi di perusahaan ini.
Dengan perpindahan kepemilikan dari publik ke privat ini, para pemegang saham EA akan mendapatkan kompensasi USD 210 per lembar saham. Tidak hanya itu saja, saham EA sendiri sudah diturunkan dan tidak lagi diperdagangkan di NASDAQ.
Apakah pergantian kepemilikan ini akan berkontribusi positif untuk perkembangan EA di masa depan? Atau ia justru akan jadi blunder yang katastropik? Kita tunggu saja.

