
Sebuah langkah yang jenius, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan apa yang berhasil dicapai Remedy dengan franchisenya – CONTROL. Ia tidak hanya menawarkan sebuah game action shooter dengan mekanik unik dan world-building yang fantastis saja, tetapi juga mampu mengikatnya ke seri game populer mereka yang lain – Alan Wake. Kesemuanya dicapai dengan tetap mempertahankan keunikan dan kegilaan sisi cerita Remedy yang memang tidak tergantikan di industri game. Tidak heran jika banyak gamer yang menantikan sang seri selanjutnya – CONTROL Resonant.
Ketika ia pertama kali diperkenalkan, Remedy memang terlihat gila dan ambisius di saat yang sama. Bagaimana tidak? Terlepas dari fakta bahwa ia sudah punya sebuah formula pondasi gameplay yang sudah terhitung sukses di CONTROL pertama dan Alan Wake, mereka memutuskan untuk merombak itu semua. CONTROL Resonant justru diracik sebagai sebuah game action RPG open-world yang juga menjadikan melee sebagai basis mekanik.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh CONTROL Resonant ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang berada di atas normal bak lagu Indonesia dari band klasik – Peterpan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Semua screenshot di artikel review ini ditangkap menggunakan Playstation 5 Pro, dengan Enhanced PSSR aktif, di mode grafis “Quality”.
Plot

CONTROL Resonant diposisikan sebagai sekuel dari seri CONTROL pertama yang dilepas tahun 2019 yang lalu untuk konsol generasi sebelumnya. Walaupun ia bisa dinikmati sebagai sebuah game terpisah, namun Anda yang memahami konsep seri sebelumnya akan bisa menikmati game ini ekstra kedalaman. Untungnya, Remedy juga menyediakan fitur “Story Recap” untuk Anda yang ingin langsung terjun tetap tidak ingin menyelesaikan seri pertamanya.
CONTROL Resonant akan meminta Anda untuk berperan sebagai Dylan, subjek penting cerita dari seri pertama yang menjadikan sang kakak – Jesse sebagai karakter utama. Untuk sebuah kejadian misterius tanpa banyak penjelasan, Jesse tiba-tiba kabur dari tugasnya sebagai Direktur FBC dan meninggalkan Dylan yang tengah tertidur panjang. Ia meninggalkan sebuah tongkat bernama Aberrant yang mampu berubah bentuk menjadi beberapa jenis senjata.


Dylan yang merasakan sesuatu yang tidak nyaman tengah terjadi tiba-tiba terbangun dan menemukan kota dimana ia berdiam – Manhattan kini tidak lagi terlihat sama. Sebuah kekuatan entitas baru yang sepertinya punya hubungan dengan entitas dari ser pertama – Hiss diyakini menjadi biang kerok di balik situasi ini. Dengan kekuatan yang ia miliki, FBC pun menjadikan Dylan sebagai ujung tombak untuk melawan entitas supranatural baru ini sekaligus menjadi kunci investigasi soal apa yang sebenarnya terjadi. Bagi Dylan, ini adalah kesempatan terbaik untuk mencari tahu kemana Jesse.
Lantas, mampukah Dylan menyelamatkan Manhattan? Mampukah ia menemukan sang kakak – Jesse? Apa pula entitas baru nan misterius yang dipercaya menjadi alasan di balik kekacauan ini? Semua jawaban-jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan CONTROL Resonant ini.

