Capcom Lihat Kritik “Permak Wajah” Grace versi DLSS 5 Sebagai Hal Positif

Capcom Lihat Kritik “Permak Wajah” Grace versi DLSS 5 Sebagai Hal Positif

Author picture
Author picture

Seperti sebuah teknologi yang terlewat jauh fungsinya, reaksi inilah yang sempat dihadirkan oleh gamer saat kita bicara soal presentasi DLSS 5 beberapa waktu yang lalu. Bahwa dengan kedok untuk membantu proses otomatisasi racik visual fotorealistis, NVIDIA justru membuat game-game yang mereka pamerkan di kala presentasi tampil bak AI Slop.

Walaupun implementasi di sisi lingkungan cukup solid, namun penerapannya di wajah karakter, terutama Grace dari Resident Evil Requiem membuatnya terlihat bak karakter yang berbeda. Namun bagi Capcom, situasi ini justru mereka lihat sebagai sesuatu yang positif.

Setidaknya hal tersebutlah yang diungkapkan langsung oleh produser Resident Evil Requiem – Masato Kumazawa dalam wawancara terbarunya dengan Eurogamer.

Membicarakan soal kontroversi DLSS 5 yang memancing begitu banyak kritik karena perubahan wajah Grace karenanya, Kumazawa justru melihat situasi tersebut sebagai sesuatu yang positif terlepas dari begitu banyak komentar negatif yang mengitarinya.

Apa pasal? Karena ia menilai bahwa reaksi yang diperlihatkan oleh gamer justru mengukuhkan fakta bahwa desain Grace yang mereka tawarkans sudah tepat. Sebegitu tepatnya, hingga fans menyukai desain originalnya dan tidak ingin melihat ia berujung diubah.

Capcom menyebut bahwa kritik terhadap visual wajah Grace versi DLSS 5 menjadi bukti bahwa hasil racik versi original mereka sudah tepat adanya.

Fakta bahwa reaksi ini juga dilayangkan pada karakter original baru yang muncul pertama kali di semesta Resident Evil yang sudah eksis selama puluhan tahun juga menjadi testimoni tidak langsung bahwa Grace berhasil menancapkan eksistensinya sebagai salah satu karakter favorit fans dengan cepat. Gamer-gamer langsung memiliki opini yang kuat soal sisi desainnya.

NVIDIA sendiri tidak lagi banyak memamerkan teknologi DLSS 5 ini setelah backlash yang cukup kuat di pengenalan perdananya. Mereka setidaknya sudah menegaskan bahwa keputusan untuk menggunakan teknologi ini atau tidak nantinya akan tetap diserahkan sepenuhnya kepada tim developer masing-masing game.

Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang melihat otomatisi visual fotorealisme DLSS 5 sebagai sesuatu yang positif atau negatif?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website