
Jika Anda termasuk gamer yang senang berburu game gratis, entah atas nama rasa penasaran atau sekadar ingin mempertebal jumlah game di library Anda, maka Anda sepertinya mustahil akan melewatkan game indie Graveyard Keeper yang sempat jadi bahan pembicaraan ini. Dilepas pertama kali di tahun 2018 kemarin, sang publisher – tinyBuild memutuskan untuk menggratiskan game berbayar ini selama 4 hari lamanya. Efeknya? Positif.
Dengan beberapa kali situasi dimana kita bertemu dengan strategi marketing cukup radikal untuk menggratiskan game yang sebelumnya berbayar selama beberapa waktu, kita tentu saja penasaran apakah ia memang berujung menguntungkan.
Untuk kasus Graveyard Keeper, jawaban tersebut ternyata adalah iya. Hal tersebut diungkapkan oleh Alex Nichiporchik – CEO tinyBuild dalam cuitan Twitter / X terbarunya.
Dampak penggratisan ini tidak hanya melambungkan jumlah pemain bersamaan hingga 46.000 user saja, tetapi juga berujung memberikan kontribusi finansial yang cukp besar untuk tinyBuild. Graveyard Keeper ia sebut berhasil mencatatkan angka pendapatan hingga USD 250.000 atau lebih dari 4,2 miliar Rupiah dari hasil penjualan DLC, yang tentu saja tidak mungkin terjadi jika game ini tidak digratiskan.
Look at that graph
— Alex Nichiporchik (@aNichiporchik) April 12, 2026
Graveyard Keeper is currently the top39 most played game on Steam, propelling the sequel to 400k wishlists pic.twitter.com/7bbMARIjkN
Tidak hanya itu saja, ia juga membantu membangun hype untuk sang seri sekuel yang sudah diumumkan namun belum memiliki tanggal rilis resmi – Graveyard Keeper 2. Tidak main-main, gratisnya seri pertama tersebut membantu Graveyard Keeper 2 menembus angka 400.000 wishlist di Steam. Sayangnya, tinyBuild tidak bicara apakah ia juga mempengaruhi ketertarikan di platform lain atau tidak.
Fakta dan data ini tentu saja menjadi sebuah pemandangan yang cukup menarik bagaimana aksi menggratiskan game yang seringkali dilihat “merugikan” dari sisi bisnis justru bisa berkontribusi sangat positif untuk developer dan publisher.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

