Apa yang sebenarnya dibutuhkan sebuah film Resident Evil untuk sukses? Ini adalah sebuah misteri yang hingga kini belum mendapatkan sebuah jawaban pasti. Selepas proyek adaptasi super melenceng berbintangkan Milla Jovovich yang secara mengejutkan ternyata sukse di pasaran, Resident Evil seolah kehilangan pijakan kuat untuk membentuk diri menjadi sebuah film layar kecil dan lebar yang solid. Namun kini gelombang optimisme kembali muncul.
Gelombang tersebut tentu saja datang dari konfirmasi bahwa sutradara film horror ternama yang sempat mengerjakan film Weapons sebelumnya – Zach Cregger yang kini diberi tanggung jawab mengeksekusi hal tersebut. Trailer perdana yang dilepas beberapa waktu lalu secara mengejutkan, menawarkan sensasi horror yang kuat dan segar di saat yang sama.
Seperti yang kita tahu, Cregger sendiri memang tidak tertarik untuk mengadaptasikan cerita mentah-mentah dari versi video game sekaligus karakter ikoniknya menjadi film. Yang ia kejar adalah sebuah cerita berbeda di semesta yang sama, yang kali ini akan menyangkut seorang kurir pengantar organ – Bryan.

Bersama dengan rilis sang trailer baru yang dilepas, film adaptasi ini akhirnya memamerkan lebih banyak koneksi dengan versi video gamenya, seperti konfirmasi bahwa tujuan pengantaran organ terakhir Bryan sebelum terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan ini memang adalah Raccoon City.
Anda juga bisa melihat begitu banyak hal “khas” Resident Evil yang terasa begitu rasional di versi adaptas live-action yang kabarnya akan mengambil timeline saat Resident Evil 2 terjadi ini. Kita bicara dari cara Bryan berupaya memasukkan peluru shotgun dengan penuh kepanikan hingga hadirnya ruangan dengan mesin tik di bagian tengah meja yang tentu sangat dikenali para gamer Resident Evil sebagai mesin save data.
Film adaptasi Resident Evil racikan Zach Cregger ini sendiri rencananya akan tayang pada tanggal 18 September 2026 mendatang.
Bagaimana menurut Anda sejauh ini? Terlihat seperti film adaptasi yang menjanjikan?

