Lupa Hapus Watermark Program Gratisan, NTE Ketahuan Pakai GenAI Lagi

Lupa Hapus Watermark Program Gratisan, NTE Ketahuan Pakai GenAI Lagi

Author picture
Author picture

Di tengah pasar yang boleh terbilang ketat dan kejam, fakta bahwa Neverness to Everness alias NTE dari Hotta Studio berhasil meraih popularitas seperti sekarang ini adalah sebuah pencapaian tersendiri.

Ia bahkan kabarnya berhasil mendulang pendapatan yang cukup fantastis di jendela awal rilis di tengah kompetisi ini, yang membuat game “GTA Anime” ini menjadi salah satu contoh keberhasilan game gacha asal China yang lain. Namun sayangnya, kontroversi yang mengikutinya seolah tidak pernah selesai karena keteledoran sang developer itu sendiri.

Seperti yang kita tahu, NTE memang sempat mengalami kontroversi terkait aset yang diracik menggunakan GenAI di awal-awal rilis. Kontroversi tersebut cukup untuk membuat Hotta Studio untuk segera melemparkan patch untuk mengganti dan membenahinya. Setelah situasi ini, tentu banyak gamer yang berasumsi bahwa developer ini akan menjauh dari penggunaan teknologi AI seperti ini. Namun nyatanya, tidak demikian.

Mengapa? Karena game gacha open-world yang satu ini baru saja ketahuan menyuntikkan aset yang jelas dibangun menggunakan GenAI. Bagian paling menggelikannya lagi? Mereka tertangkap basah karena melupakan satu hal – watermark.

Aset berbentuk kuda laut yang disuntikkan sebagai logo spot memancing baru untuk update 1.3 ini mungkin terlihat biasa di luar. Namun begitu dilihat lebih saksama, ia juga menyertakan sebuah logo aneh yang sama sekali tidak berhubungan NTE. Setelah diselidiki, logo tersebut ternyata adalah logo “Doubao” – sebuah program chat dengan fungsi GenAI yang dibangun di atas teknologi Seedance (ByteDance).

Gara-gara lupa menghapus watermark program gratisan, NTE ketahuan menggunakan GenAI lagi.

Bagian paling parahnya? Kehadiran watermark ini mengindikasikan bahwa Hotta Studio ternyata menggunakan versi gratisan program ini alih-alih versi berbayar. Diskusi di internet, setidaknya yang berasal dari netizen asal China kini berfokus menertawakan fakta ini. Ia tentu saja dibalut dengan rasa penasaran soal alokasi uang hasil gacha NTE di Hotta Studio yang bahkan enggan membayar biaya langganan Doubao ini.

Hotta Studio sendiri langsung bergerak cepat untuk menghapus watermark yang memancing reaksi panas di internet tersebut sembari mempertahankan aset gambar yang sama.

Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website