
Di permukaan, bagi gamer-gamer yang tidak pernah terjun langsung di dalamnya, Ace Combat dari Project Aces dan Bandai Namco memang telihat seperti sebuah game yang terlampau sederhana. Kita bicara soal game yang meminta Anda untuk menjadi pilot pesawat tempur dalam sebuah cerita linear yang tentu saja berisikan aksi menghancurkan pesawat-pesawat musuh yang ada. Namun bagi mereka yang sempat terjun, selalu ada yang istimewa dengan setiap seri baru yang dilepas ke pasaran. Tidak terkecuali sang seri teranyar yang akhirnya tersedia di pasaran – Ace Combat 8: Wings of Theve.
Dengan jeda waktu sekitar 7 tahun dari seri terakhirnya – Ace Combat 7: Skies Unknown, antisipasi fans terhadap Ace Combat 8: Wings of Theve tentu saja begitu tinggi. Selama kurun waktu tersebut, ada harapan kita tidak hanya ingin melihat kian penyempurnaan dari sisi teknologi visual saja yang tentu saja sudah berkembang pesat, tetapi juga kombinasi cerita epik, karakter menarik, dan musik-musik yang siap untuk membuat bulu kuduk merinding. Sebuah tanggung jawab besar yang tentu saja butuh keahlian tersendiri untuk bisa dieksekusi manis.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ace Combat 8: Wings of Theve? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang siap menawarkan sensasi nikmat dansa di angkasa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Semua screenshot di artikel ini diambil dari versi Playstation 5 Pro, PSSR Enhanced aktif, dan opsi kualitas grafis di “Prioritize Quality”
Plot

Seperti seri-seri utama sebelumnya, Ace Combat 8: Wings of Theve tetap menjadikan dunia fiktif bernama Strangereal sebagai basis. Kini di tahun 2029, sebuah perang pecah terjadi antara negara bernama Sotoa dan Federation of Central Usea (FCU).
Mengandalkan serangan mematikan dari luar angkasa dengan teknologi bernama Tonitrus Spears yang benar-benar destruktif, Sotoa dengan cepat berhasil menguasai sebagian besar FCU, termasuk sang ibu kota yang krusial – Theve. Untungnya, alih-alih menyerah, eksis kekuatan militer yang masih terus berjuang untuk mengembalikan otonomi FCU. Salah satunya adalah kapal induk Endurance yang terus mengarungi lautan sembari terus mencari celah untuk menyerang balik. Ujung tombaknya? Pilot-pilot terbaik di kelasnya.
Anda akan berperan sebagai seorang pilot bernama sandi Rex yang langsung direkrut menjadi bagian dari Squadron Joker yang juga berisikan Baxter, Tasha, dan juga Coster. Seperti yang bisa diprediksi, Anda akan terus menjadi andalan FCU untuk perlahan tapi pasti, merebut kembali daerah-daerah krusial dari militer Sotoa yang juga, tidak akan membiarkan Anda melenggang begitu saja. Persinggungan penuh misil dan ledakan tidak terhindarkan, apalagi dengan fakta bahwa Sotoa juga punya squadron pesawat tempur yang tidak kalah jago dan mematikan.


Yang menarik dari cerita Ace Combat 8 dibandingkan dengan seri Ace Combat lainnya? Jelas ada usaha dari Project Aces untuk menyuntikkan elemen teknologi yang lebih modern dan relevan ke dalam cerita yang ada. Salah satu contoh terbesarnya adalah bagaimana tim FCU juga mengandalkan sosial media untuk membangun sebuah mitos seputar tim Joker untuk keuntungan strategi mereka sendiri. Maka, Anda juga akan melihat ragam aksi yang lebih “anak muda” seperti live-streaming penuh emoji di sana-sini misalnya, di seri ini.
Lantas, mampukah FCU merebut kembali daerah mereka dari cengkeraman Sotoa? Pertarungan seperti apa yang harus dilalui oleh Squadron Joker untuk mencapai hal tersebut? Pesawat-pesawat keren seperti apa yang menanti Anda? Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Ace Combat 8: Wings of Theve.

