Menjajal Demo Onimusha – Way of the Sword: Mahakarya Dalam Proses!
Page 2

Menjajal Demo Onimusha – Way of the Sword: Mahakarya Dalam Proses!

Author picture
Author picture

Serap dan Gerak

Anda kini tidak lagi perlu berdiri dan berhenti untuk menyerap ragam jiwa yang tercecer. Anda kini bisa melakukannya sembari bergerak, bahkan belari, yang notabene ikut menjaga pace aksi.

Salah satu peningkatan yang paling signifikan dari Onimusha: Way of the Sword dibandingkan dengan seri originalnya adalah fakta bahwa Anda kini bisa menyerap Souls yang tercecer dari hasil bertarung Anda sembari bergerak, bahkan berlari. Tidak adal lagi keharusan untuk hanya diam berdiri dan menunggu hingga proses ini selesai seperti versi lawasnya.

Hasilnya adalah sebuah game action yang terasa lebih cepat dan mengalir, sebuah sensasi yang memang seharusnya ditawarkan oleh produk sejenis di era modern. Menyerang dan menghabisi musuh dengan elegan sembari menikmati animasi mutilasi yang ada, kemudian menyerap souls yang tercecer sembari terus berlari menuju ke area selanjutnya akan menjadi pondasi pengalaman aksi Anda di Onimusha: Way of the Sword ini. Tidak ada kebutuhan lagi untuk menunggu yang tentu saja akan mengacaukan pace sensasi action yang ada.

Sang lengan iblis yang kini menempel di Musashi juga sepertinya akan dijadikan oleh Capcom sebagai pondasi untuk sisi puzzle yang bisa jadi akan ditawarkan di versi final nanti. Untuk versi demo yang kami jajal, ia hanya memamerkan kemampuan baru – memungkinkan Anda untuk mengintip ke dunia lain dan menghancurkan sebuah objek yang terlihat membangun sejenis pintu gerbang untuk menahan laju Anda. Ia juga dijadikan sebagai pondasi cerita untuk memahami apa yang terjadi pada Musashi dan dunia yang tengah ia perjuangkan sekarang.

Untuk saat ini, tidak ada konfirmasi apakah kita misalnya, akan menemukan serangkaian puzzle ala Resident Evil atau tidak dimana alih-alih mencari objek yang butuh Anda hancurkan, Anda benar-benar harus melakukan observasi dan sedikit berpikir untuk memecahkannya. Kami sendiri berharap Capcom tidak menyuntikkan hal ini dan membiarkan Onimusha: Way of the Sword hadir sebagai game action murni yang hanya meminta Anda berfokus pada aksi potong, potong, potong, dan potong.

Animasi di Level Berbeda

Ganryu hadir sebagai tokoh antagonis yang menarik.

Kemampuan RE Engine untuk menawarkan pendekatan visual yang memanjakan mata memang tidak perlu lagi diragukan. Ada begitu banyak produk yang sudah diracik oleh Capcom selama beberapa tahun terakhir, siap berbaris untuk menjadi testimoni langsung soal betapa fantastisnya engine yang satu ini, waluapun beberapa kritik soal performa sempat mengemuka. Di Onimusha: Way of the Sword, engine ini kembali melakukan tugasnya yang fantastis untuk membawa franchise yang sempat tertidur ini ke era modern.

Namun bukan hanya soal pendekatan teknis saja, Onimusha: Way of the Sword juga terlihat memesona berkat ragam sisi desain yang sudah dicurahkan oleh tim pengembang untuk memastikan segala sesuatunya terlihat keren, dari model pakaian Musashi, arsitektur bangunan yang Anda temui dan leewati, monster-monster yang harus Anda habisi, hingga sang karakter antagonis yang tampaknya akan jadi rival Anda di seri ini – Ganryu.

Dengan perawakan kurus dan tangan Oni yang juga melekat padanya, hanya dalam beberapa detik pertemuan dengannya, kami langsung jatuh hati pada tokoh antagonis yang juga dikenal baik oleh Musashi ini. Perawakannya, gayanya bertarung, hingga gaya bicaranya membuatnya langsung menyerap semau fokus dan perhatian Anda. Tentu saja, sesi demo ini juga meninggalkan rasa penasaran mendalam soal bagaimana pria ceking dengan pakaian yang tak kalah kerennya dengan Musashi ini akan menjadi fokus cerita.

Pertemuan dengan Ganryu juga membuka sebuah apresiasi tertinggi dari kami soal level animasi yang disuntikkan Capcom di sini. Mengalahkannya dua kali lewat sistem parry, yang juga di satu titik memungkinkan Anda untuk memilih bagian mana yang bisa “dipotong” oleh serangan critical dengan pengaruh varian Souls seperti apa yang Anda serap, kami menemukan sebuah fakta yang menarik.

Aksi iseng kami di satu titik menemukan betapa dinamisnye animasi parry yang dimiliki oleh Musashi bergantung pada arah serang musuh.

Bahwa animasi tarung pedang dengan Ganryu ini ternyata “dinamis”. Di banyak game, ketika Anda berdiri membelakangi musuh dan melakukan aksi parry misalnya, maka tubuh karakter utama biasanya akan secara otomatis berputar dan berhadapan dengan target parry. Namun tidak di Onimusha: Way of the Sword. Walaupun kami tidak tahu ini adalah kasus istimewa atau sesuatu yang bisa kita antisipasi di sepanjang permainan nanti di versi final, namun aksi parry yang kami lakukan saat menahan serangan Ganryu sembari membelakanginya tiba-tiba memicu animasi baru. Bahwa alih-alih otomatis berbalik, Musashi menahan pedangnya di belakang leher untuk menahan serangan tersebut dengan efek percikan pedang yang sama.

Jika kualitas animasi dinamis yang saat ini terindikasi terpicu berdasarkan posisi berdiri Musashi berbanding pada arah serangan musuh memang bisa kita nikmati di ragam pertarungan boss di versi final sekaligus aksi lawan kroco pada umumnya, maka kami tidak bisa membayangkan betapa kian indah, intens, dan memukaunya game yang satu ini nantinya.

Onimusha: Way of the Sword, Pantaskah untuk Diantisipasi?

Tidak lagi sekadar “iya”, kami akan mengganti jawaban untuk kasus yang satu ini dengan kata “SANGAT!”.

Tidak lagi sekadar “iya”, kami akan mengganti jawaban untuk kasus yang satu ini dengan kata “SANGAT!”. Karena harus diakui, dari semua game yang kami jajal di event Capcom, termasuk Resident Evil Requiem sekalipun, demo singkat bersama dengan Musashi dan “dansa” pedangnya lah yang justru paling mencuri perhatian kami. Jika kualitas demo singkat ini, dari presentasi visual via desain dunia dan karakter, animasi, mekanik bertarung, hingga cerita berujung konsisten dari awal hingga akhir, maka ia -berpotensi menjadi sebuah mahakarya yang saat ini, memang dalam proses “dimasak”.

Onimusha: Way of the Sword sendiri rencananya akan dirilis pada tahun 2026 mendatang, masih tanpa tanggal pasti, untuk Playstation 5, Xbox Series, dan tentu saja – PC.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website