
Ada satu konsekuensi yang sepertinya tidak terhindarkan dari masalah kelangkaan komponen, terutama RAM dan Storage. Benar sekali, kenaikan harga gila-gilaan untuk produk yang menggunakan keduanya, termasuk konsol di generasi terkini. Ia tidak hanya membuat para produsen untuk menaikkan harga secara resmi saja, tetapi juga memberikan ruang bagi para retailer untuk terus mendorongnya ke batas yang tidak lagi terdengar rasional. Hal inilah yang terjadi dengan konsol terkuat Sony saat ini – Playstation 5 Pro.
Dengan permintaan yang juga semakin kuat menyambut GTA VI yang juga akan meluncur untuk konsol lebih dulu, kelangkaan yang terus terjadi ini akhirnya membuat salah satu retailer game raksasa Amerika Serikat – GameStop mengambil langkah cukup gila. Mereka memutuskan untuk mendongkrak harga Playstation 5 Pro bekas.
Tidak main-main, mereka kini mendorong kenaikan harga yang signifikan. GameStop kini mematok harga Playstation 5 Pro bekas di harga sekitar USD 1.400 atau sekitar 25 juta Rupiah, atau USD 500 lebih tinggi daripada harga MRSP yang ditetapkan Sony di angka USD 900. Menariknya lagi? GameStop juga tidak lagi menjual Playstation 5 Pro pada saat berita ini ditulis karena stock yang mereka sebut, habis.

Tidakk hanya GameSpot saja, beragam reseller yang memanfaatkan ragam situs ecommerce di Amerika Serikat seperti Amazon, Best Buy, hingga Walmart juga kini mematok tingkat harga yang sama untuk Playstation 5 Pro bekas menurut pantauan IGN.
Situasi ini juga sepertinya hampir serupa dengan apa yang saat ini terjadi di Indonesia, dimana harga Playstation 5 versi standar dan Playstation 5 Pro juga mengalami kenaikan harga signifikan seiring dengan kian dekatnya rilis GTA VI.
Sony sendiri belum mengomentari situasi yang teirkat pada kian langkanya konsol andalan mereka di pasaran tersebut. Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

