
Batas antara meniru dan sekadar terinspirasi memang seringkali kabur saat kita bicara soal desain sebuah video game. Gamer terkadang bisa dengan jelas melihat kemiripan sebuah produk baru dengan judul lawas yang terkadang bahkan berada di status yang ikonik. Hal inilah yang mungkin dirasakan oleh banyak gamer Monster Hunter saat melihat trailer perdana game action dengan elemen perburuan monster di dalamnya – Monster Fantasy beberapa minggu lalu. Namun sang developer membantah tuduhan tersebut.
Tuduhan aksi jiplak alias meniru ini sendiri emmang terlihat cukup rasional. Di trailer perdananya, selain bentuk logo dengan elemen yang nyaris serupa, Monster Fantasy juga memperlihatkan animasi serang dengan menggunakan busur panah dan pedang yang akan mungkin akan menggelitik insting dan memori gamer Monster Hunter.
Situasi ini cukup untuk membuat sang developer – JOTOYO untuk melemparkan klarifikasi resmi via sesi QnA yang mereka lemparkan via halaman Steam. Developer asal China yang satu ini seolah tahu tuduhan yang mereka terima.
JOTOYO secara terbuka mengungkapkan bahwa salah satu inspirasi dari Monster Fantasy memang adalah Monster Hunter. Walaupun demikian, mereka menyebut bahwa game dengan visual chibi yang mereka racik ini akan menawrkan interaksi dari beberapa varian mekanik gameplay berbeda dan tidak hanya akan berfokus pada perburuan monster saja.
Developer ini yakin bahwa begitu gamer menjajal Monster Fantasy dengan mata dan kepala mereka sendiri, mereka akan memahami bahwa sensasi yang ditawarkan akan begitu berbeda. Lagipula, selain berburu monster, game in juga akan menawarkan mekanik lain seperti membangun perdesaan, menikmati ragam aktivitas santai, hingga membangun hubungan yang dalam dengan para penduduk NPC yang ada.

Yang menarik? Mereka juga tidak membantah bahwa trailer perdana ini memang terasa begitu mirip dengan Monster Hunter di beberapa bagian, yang disebut JOTOYO sebagai feedback serius yang akan segera mereka tindak untuk melakukan penyesuaian dan penyempurnaan dari sisi desain. Sesuatu yang mereka harapkan sudah bisa dirasakan sendiri oleh para playtester di masa depan.
Trailer perdana Monster Fantasy memang memperlihatkan ragam aksi yang tidak bisa dilakukan di Monster Hunter, termasuk kehadiran karakter dengan elemen serangan utama berbasis magic hingga kesempatan mengendarai monster-monster yang berujung Anda tangkap. Game yang akan didistribusikan dalam format premium dan mendukung sepenuhnya mode solo player ini masih belum memiliki jendela pasti dengan rencana pengumpulan dana via Kickstarter lebih dulu.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Monster Fantasy ini memang terlihat meniru Monster Hunter?

