
Keputusan Infinity Ward dan Activision untuk membawa tema perang seri terbaru mereka – Call of Duty: Modern Warfare 4 ke konflik Semenanjung Korea memang keputusan yang disambut banyak gamer dengan terbuka. Apalagi eksekusi untuk mode campaign yang ia usung berujung diterima positif, setelah kualitas di bawah standar yang melekat dengan seri sebelumnya. Namun sayangnya, puja puji yang mereka terima harus dicederai dengan satu keteledoran besar.
Sudah menjadi sebuah pendekatan khas banyak game dengan elemen militer untuk menyuntikkan potongan video dari kejadian yang benar-benar terjadi di dunia nyata untuk menciptakan sensasi otentik yang seharusnya. Namun untuk urusan Modern Warfare 4, Infinity Ward dikritik karena dianggap melakukan sesuatu yang “terlalu jauh”.
Apa pasal? Karena salah satu footage yang mereka sertakan untuk memotret konflik tersebut ternyata datang dari salah satu tragedi terburuk Korea Selatan – tragedi Itaewon.
Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, tragedi yang menyebabkan sekitar 160 orang meninggal dunia ini terpicu setelah kegagalan pengaturan arus keramaian yang membuat banyak massa terjebak dan terjepit di malam event Halloween tahun 2022 yang lalu. Korea Selatan memperlakukan tragedi ini sebagai event berduka yang serius.

Fakta bahwa video dari kejadian tersebut digunakan oleh Modern Warfare 4 tanpa sedikit pun sensitivitas langsung memicu kritik. Tidak main-main, organisasi keluarga para korban tragedi Itaewon ini menuntut Infinity Ward dan Activision untuk menghapus potongan video tersebut dari sang video game sebagai bentuk penghormatan dan empati pada para korban. Permintaan ini langsung didukung oleh asosiasi game Korea Selatan yang juga menyuarakan tuntutan sama dengan ekstra permintaan maaf.
Berdasarkan laporan dari SBS, Activision kabarnya sudah memahami tuntutan ini dan menegaskan bahwa disertakannya video ini tidak bermaksud untuk meremehkan beratnya event tragis yang terjadi di dunia, termasuk tragedi Itaewon ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

