Serius Tapi Santai

Selain sistem pertarungan yang ia usung, salah satu sistem paling unik Arknights: Endfield datang dari sistem pabrik yang ia usung. Bahwa alih-alih sekadar mendapatkannya begitu saja, sebagian besar item yang Anda butuhkan, dari sekadar item penyembuh, armor karakter untuk ekstra buff, hingga ragam item tambahan yang bisa dijual per wilayah atas nama mendapatkan mata uang yang bisa dialihkan untuk membeli item dan resource penting lainnya, dibangun dengan sistem pabrik ini sebagai pondasi.
Di atas kertas, sistemnya sederhana. Endfield akan melemparkan Anda segudang fasilitas pabrik yang masing-masing memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Tugas Anda adalah membangun sebuah jalur produksi berkelanjutan dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya untuk berujung melahirkan material atau item apapun yang Anda butuhkan. Semua aksi ini butuh Anda lakukan sembari memastikan ketersediaan bahan baku produksi yang juga bisa diracik dengan aksi tambang bebatuan atau membangun lini produksi spesifik untuknya. Sisanya? Memastikan pabrik Anda memiliki tenaga yang cukup, yang juga biasanya ditentukan dari jumlah baterai yang, benar sekali, juga dilahirkan dari lini produksi. Ini adalah sebuah siklus yang tidak berkesudahan.
Inti dari sistem pabrik ini sebenarnya hanya dua. Satu, memastikan Anda terus memproduksi semua item yang Anda butuhkan baik secara langsung (penyembuh, bom) atau tidak langsung (item yang bisa Anda jual untuk membeli resource lain). Kedua? Memastikan kesemuanya berada di titik yang seimbang. Bahwa segala lininya terpenuhi dalam kapasitas yang seharusnya hingga produk akan terus berjalan secara otomatis tanpa ada bahan baku yang kekurangan, tanpa daya energi yang kurang, dan yang tidak kalah pentingnya – jalur-jalur pergerakan material yang berujung terhambat karena satu hal dan lainnya.

Permasalahannya, kompleksitas dari sistem pabrik ini tidak hanya datang dari kebutuhan untuk menalar dan merencanakan jalur lini produksi Anda saja, tetapi juga fakta bahwa Endfield hanya menyediakan lahan yang sangat terbatas untuk aksi ini di setiap region. Ini menuntut Anda untuk merencanakan dengan super matang tidak hanya apa yang jadi prioritas tetapi juga jalur gerak pabrik untuk mengoptimalkan ruang terbatas ini. Jangan sampai Anda menyisakan terlalu banyak ruang hingga apa yang bisa Anda hasilkan dan produksi berujung terpendam potensinya karena kelalaian ini.
Semua sistem ini memang membuat Arknights: Endfield tidak hanya sekadar berbeda, tetapi benar-benar unik. Kami termasuk gamer yang sangat mencintai sistem pabrik ini hingga bisa dikategorikan sebagai adiksi tertentu. Ia juga menjadi salah satu sistem yang akan terus menyibukkan Anda dan terkadang membuat Endfield terasa seperti game single-player offline alih-alih live-service karena kesibukan yang bisa hasilkan.
Menariknya lagi? Setelah menikmati beberapa patch sebelum review ini ditulis, sistem pabrik ini juga dijadikan Endfield sebagai sumber tantangan baru yang disuntikkan. Bahwa selalu akan ada material baru untuk dibangun, lini pabrik untuk diracik, dan kompleksitas yang harus Anda pikirkan lebih keras. Untuk urusan terakhir ini, pada saat review ini ditulis misanya, ragam fasilitas di daerah terkini – Wuling tidak lagi sekadar menuntut gerak material di darat saja. Ia sudah membutuhkan supply cairan air bersih hingga kolam air keras yang butuh disalurkan dengan jalur pipa. Tidak hanya itu saja, beberapa fasiltas juga menghasilkan air terkontaminasi yang butuh dipompa keluar agar pabrik bisa terus berjalan. Tantangan in terus bertambah, kian kompleks seiring dengan lebih banyak patch.
Sayangnya, terlepas dari betapa kami menikmatinya, pabrik juga menjadi salah satu highlight kelemahan dari sistem Arknights: Endfield sebagai game gacha live-service.
Mengapa? Karena terlepas dari ambisi menggebu-gebu dan rencana matang pabrik Anda, fakta bahwa Hypergryph perlahan menyuntikkan update untuk sistem pabrik ini berarti membuka besar pintu kemungkinan bahwa desain pabrik Anda yang sudah begitu optimal dan mumpuni di satu titik, bisa berujung tidak lagi relevan dan harus dibongkar di patch selanjutnya.
Sejujurnya, konsep seperti ini melelahkan rasanya, apalagi jika proses optimalisasi jalur lini produksi pabrik Anda sudah begitu optimalnya hingga Anda tinggal menikmati hasilnya saja. Fakta bahwa Anda harus mulai memeriksa kira-kira celah mana yang bisa Anda manfaatkan, lini mana yang harus Anda bongkar, dan kira-kira jalur seperti apa lagi yang harus Anda racik di setiap patch berujung menguras begitu banyak energi. Apalagi ketika langkah Anda menyusun kesemua ini kembali datang dengan satu fakta yang tidak pernah bisa hilang dan dibantah – bahwa ada kemungkinan segala sesuatu ini harus dibongkar lagi di patch selanjutnya.

Masih belum cukup menyebalkan? Fakta bahwa sistem pabrik ini merupakan bagian dari update live-service Arknights: Endfield juga berarti bahwa ada ragam limitasi yang sengaja dibentuk dan disuntikkan Hypergryph untuk membuat Anda tidak bisa memproduksi segala sesuatunya dengan kecepatan tinggi. Contoh ini paling parah terjadi di Wuling dimana fasilitas untuk meracik material bernama Xiranite berujung dilimitasi dengan batas bangun ditambah perlahan setiap patch. Ini berarti game ini dengan sengaja memotong dan memberi limitasi kapasitas produksi Anda terlepas dari kesiapan Anda untuk memacu pabrik di kecepatan tinggi.
Situasi ini benar-benar menjengkelkan, apalagi jika limitasi ini hadir tanpa solusi alternatif yang lebih baik. Sebagai contoh? Pabrik dengan kebutuhan power 5.500 yang kami miliki di Wuling pada saat review ini ditulis. Dengan banyak hasil produksi berupa baterai untuk dijual, pabrik kami membutuhkan material Ferrium untuk ditambang dalam partai besar. Dengan jumlah yang sangat terbatas, dari awal patch hingga patch terkini – 1.2, Hypergryph tanpa alasan yang jelas menolak untuk menambah jumlah tambang Ferrium sama sekali.
Hasilnya? Material ini selalu terkuras di gameplay kami, yang membuat kami mau tidak mau harus menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk memindahkan Ferrium dari region lain – Valley IV ke Wuling untuk memenuhinya. Setiap kali patch masuk dan kami menemukan mereka sama sekali tidak menyuntikkan tambang Ferrium baru di Wuling, kami membangun kecurigaan bahwa developer ini memang melakukannya dengan sengaja.
Walaupun terdengar begitu sibuk, namun sejatinya, seperti yang kami capai di Valley IV, akan ada titik dimana Anda membangun sebuah pabrik yang seimbang di semua lini, dimana material Anda akan melebihi kebutuhan dari setiap item yang Anda racik. Begitu titik keseimbangan tersebut tercapai, Arknights; Endfield akan berubah dari game gacha yang sibuk menjadi santai.
Sebegitu santainya, hingga aktivitas harian Anda memainkannya tidak akan berbeda dengan game gacha yang lain. Ini berarti menyelesaikan misi harian untuk mendapatkan resource gacha sembari menguras energi untuk mengumpulkan material-material yang Anda butuhkan untuk memperkuat karakter yang ada. Proses ini akan butuh waktu yang lumayan panjang dan berliku mengingat tuntutan material di Arknights:Endfield bisa terhitung “pelit” jika dibandingkan dengan apa yang Anda dapatkan dari setiap putaran.


Sensasi santai ini juga datang dari cara Hypergryphy menangani setiap rilis patch yang ada, termasuk yang besar sekalipun. Berbeda dengan gaya HoYoverse yang biasanya akan langsung membanjiri patch besar dengan ragam aktivitas dan event, Arknights: Endfield terasa lebih rileks hingga di titik, seolah-olah tidak ada pakem atau sejenis jadwal pasti soal cara mereka menangani rilis. Jangan terkejut saat Anda menemukan bahwa dalam minggu pertama saat banner karakter baru keluar, Anda menemukan bahwa tidak ada event besar sama sekali. Desain seperti ini menghilangkan sensasi “terburu-buru’ yang seringkali muncul di game gacha lain yang kami cicipi, terutama HoYoverse.
Dengan semua kombinasi ini, Arknights: Endfield terasa seperti sebuah game yang serius tetapi santai di saat yang sama. Akan ada titik dimana game akan melemparkan sesuatu yang membutuhkan lebih banyak perhatian dan waktu untuk diselesaikan di awal. Namun begitu titik keseimbangan tercapai, terutama di urusan pabrik, maka sisa sensasi yang ada hanyalah aktivitas-aktivitas santai. Tentu, sampai ada sesuatu hal baru terkait pabrik yang hadir bak puzzle untuk Anda selesaikan kembali.
Apalagi mengingat sejauh ini, terlepas dari jangka waktu rilisnya yang sudah cukup lama, Arknights: Endfield masih belum memiliki konten end-game yang bisa secara rutin Anda nikmati dan selesaikan tiap minggunya. Situasi ini membuat level “santai” Endfield memang terasa lebih panjang dibandingkan game gacha kebanyakan. Konten-konten “endgame” Endfield sejauh ini masih diperlakukan layaknya event berkala alih-alih sesuatu yang butuh Anda lalui setiap minggunya untuk motivasi tertentu. Setidaknya situasi ini membuat hari Senin Anda jauh lebih rileks dibandingkan game-game HoYoverse misalnya.
Senjata Oh Senjata..

Anda sepertinya tidak akan sulit menemukan keluhan soal betapa pelitnya Endfield soal resource gacha pada saat game pertama ini diriliske pasaran. Ada yang menyoroti jumlah resource yang perlu Anda gelontorkan atau sistem pity yang ia usung. Sejujurnya, kami tidak berkeberatan.
Entah karena masalah keberuntungan semata atau pondasi sistem gacha Endfield yang memang solid, aksi kami menggelontorkan untuk Protocall Pass, langganan bulanan, dan dua kali tiket gacha x 10 memungkinkan kami untuk mengumpulkan hampir semua karakter bintang enam yang saat ini tersedia bak di banner biasa ataupun banner spesial per setiap patch yang ada. Situasi ini tentu saja jauh berbeda dengan pengalaman kami dengan Zenless Zone Zero dari HoYoverse yang lagi-lagi bisa dipengaruhi oleh faktor keberuntungan pula.
Walaupun demikian, ada satu sistem yang memang jelas butuh dibenahi oleh Hypergryph di game yang satu ini. Benar sekali, senjata. Untuk Anda yang tidak familiar, seperti halnya kebanyakan game gacha, karakter-karakter bintang enam di Endfield juga berkesempatan untuk didukung menggunakan senjata spesialisasi mereka masing-masing yang juga hanya bisa didapatkan dengan gacha. Senjata-senjatai istimewa ini memang dirancang sedemikian rupa untuk membuat aspek karakter terkait kian bersinar.
Masalahnya, berbeda dengan game gacha lain yang biasanya menggunakan resource gacha yang sama dengan gacha karakter, Endfield memutuskan untuk menempatkan sistem gacha senjata ini dengan resource yang berbeda. Berita buruk datang ketika resource ini hanya bisa didapatkan dengan dua cara: transfer resource gacha premium atau dengan mendapatkan karakter bintang lima dan bintang enam di banner karakter. Benar sekali, Anda tidak salah membacanya, untuk masuk dalam per-gacha-an senjata, Anda harus membuktikan seberapa hoki diri Anda lebih dahulu dalam per-gacha-an karakter. Jika Anda sial, maka semakin kecil pula resource gacha senjata Anda.


Permasalahan lebih pelik muncul ketika menyadari bahwa hingga versi 1.2 yang kami jadikan sebagai pondasi review ini, distribusi tiket gacha untuk banner standar karakter di Endfield masih terhitung super minim, tidak seperti game gacha lainnya. Ia nyaris tidak memiliki event yang memungkinkan Anda untuk secara perlahan mengakumulasikan tiket banner standar untuk bukan sekadar mendapatkan karakter yang Anda mau, tetapi membuka kesempatan lebih besar untuk mengejar senjata karakter yang Anda butuhkan.
Dengan semua kombinasi ini, sistem rekrut senjata di Endfield memang seperti sebuah lingkaran setan yang butuh diurai secepat yang Hypergryph bisa. Karena satu-satunya solusi untuk secara konsisten mendapatkan senjata yang Anda inginkan, apalagi dengan seringnya ia hanya terbuka di angka pity maksimal, adalah dengan membeli tiket seharga 200 ribuan Rupiah yang tersedia di Store. Ini bukanlah sebuah praktik yang sehat di mata kami dimana salah satu elemen yang didorong mulai terlihat seperti keharusan alih-alih sekadar opsi.
Kami juga berujung tidak menyukai bagaimana “gacha” ini juga menyelinap masuk ke dalam hal-hal kecil yang sebenarnya pantas dirayakan di Endfield, seperti sistem armor misalnya .Bahwa tidak seperti kebanyakan game gacha yang membuat sistem ini butuh melewati level keacakan dari sistem penyelesaian dungeon misalnya, Endfield mengintegrasikannya dengan kepentingan sistem pabrik untuk bahan material yang ada. Walaupun Anda selalu bisa meracik armor secara spesifik sesuai dengan yang dibutuhkan karakter, namun untuk menguatkannya, ada sistem berhasil atau gagal dari setiap pengorbanan material dan resource sebelum ia mencapai potensi maksimalnya. Ada sedikit efek gacha juga di sana.

Sejauh betapa kami menikmati sensasi Endfield, sistem senjata yang saat ini ditawarkan Arknights: Endfield di versi 1.2 adalah hal paling genting yang perlu mereka selesaikan. Hypergryph bisa mengambil beberapa opsi solusi: dari memungkinkannya di-gacha menggunakan resource banner karakter, menambah tiket gratisan banner standar atas nama memberikan kesempatan bagi gamer untuk mendapatkan dan menabung resource gacha senjata, atau menurunkan harga tiket premium senjata hingga titik yang super murah dan terjangkau. Karena di titik ini, ia menyebalkan.

