Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Seperti proyek remake yang seharusnya, Ubisoft memang membangun ulang keseluruhan Black Flag Resycned menggunakan iterasi Anvil engine yang sama dengan Assassin’s Creed Shadows. Mengingat seberapa manisnya visual game dengan latar belakang era feudal Jepang tersebut, bahkan di konsol sekalipun, maka Anda juga bisa mengantisipasi kualitas yang serupa dengan game yang melebur konsep bajak laut dan assassin ini. Black Flag Resynced hadir memanjakan mata.
Dengan proses racik ulang dengan engine terbaru ini, maka keseluruhan visual Black Flag kini berada di level yang setara dengan rilis game-game modern sekalipun. Dari semua elemen baru, hal paling signifikan di mata kami tentu saja tekstur yang kini lebih detai. Tidak lagi seperti seri originalnya yang begitu “hambar”, Anda kini bisa melihat dan menentukan material pakaian karakter, seperti bagian mana saja yang menggunakan bahan kulit misalnya. Tekstur ini juga membuat semua karakter manusia yang mengemuka terlihat lebih manusiawi berkat kulit yang terasa lebih natural, lengkap dengan bercak hingga bekas luka.


Sayangnya, harus diakui bahwa tema Black Flag Resynced memang tidak memberikan banyak ruang bagi Anvil Engine untuk memamerkan kualitas tata cahaya dan bayangan seperti di Assassin’s Creed Shadows. Tidak ada pintu kertas atau pohon sakura yang membuat segala sesuatunya lebih dramatis dan sinematik di sini. Namun selama proses memainkan game ini dari awal sampai akhir, Anda akan menemukan beberapa momen dimana apresiasi ini tetap hadir, baik dari detail cahaya yang sedikit menerangi ujung pepohonan di hutan yang Anda lewati saat Anda mengendarai kapal hingga saat Anda melewati rawa di tengah malam.
Satu yang pasti, sebagai sebuah game yang akan meminta Anda menghabiskan sebagian besar porsi waktu di atas laut, permukaan air super luas tersebut dipresentasikan dengan sangat baik di sini. Melihat bagaimana kapal Anda memecah ombak dengan cepat, dengan jejak gerak yang meninggalkan sedikit warna biru yang lebih muda dibandingkan sekitarnya.
Black Flag Resynced juga kini memungkinkan Edward untuk menyelam lebih bebas untuk badan air manapun yang punya kedalaman yang memfasilitasi hal tersebut sehingga bisa disimpulkan bahwa perluasan peta di seri remake ini tidak hanya terjadi secara horizontal karena ekstra jumlah pulau yang bisa Anda kunjungi saja tetapi juga secara vertikal mengingat kini lebih banyak lokasi yang bisa Anda selami. Tentu saja, dengan teknologi modern saat ini, Anda tidak lagi harus berhadapan dengan layar loading yang membuat keseluruhan perpindahan laut dan darat kini terasa lebih imersif.


Apresiasi ekstra juga pantas diarahkan untuk kualitas desain karakter-karakter baru yang bisa Anda rekrut sebagai kru Black Flag yang masing-masing datang untuk berkontrbusi membuat kapal Anda lebih mematikan. Ketiga karakter original untuk Resynced ini hadir dengan desain yang begitu unik dan juga kerennya, cerita latar belakang yang siap untuk mencuri perhatian dan hati Anda dalam waktu super singkat. Bagi apra veteran Black Flag, kehadiran mereka menjadi motivasi yang cukup kuat untuk menjajal Resynced.
Dari sisi audio, Anda yang mencintai seri originalnya akan tetap menikmatinya di seri remake ini, lengkap dengan beberapa Sea Shanties baru yang bisa Anda kumpulkan untuk menikmati aksi Anda mengarungi luasnya lautan. Sementara untuk voice acting, di luar beberapa scene baru, Ubisoft mempertahankan sebagian besar baris voiceact yang tetap menjalankan tugasnya dengan baik.
Tetap Action

Pada dasarnya, sebagian besar pengalaman yang ditawarkan oleh Black Flag Resynced tidak banyak berbeda dengan seri originalnya, lengkap dengan ekstra mekanik dan tambahan konten untuk membuat Anda sibuk. Dari sisi eksplorasi, ia tetap berkutat pada aksi untuk membuka peta dengan memanjat ragam tiang tinggi yang Anda untuk melakukan sinkronisasi. Aksi ini akan secara otomatis membuka beragam point menarik di sekitar area, dari peti yang terkubur hingga binatang yang bisa Anda buru. Sebuah cita rasa klasik Assassin’s Creed yang penuh nostalgia.
Situasi ini juga mungkin harus membuat beberapa gamer yang justru terjun lebih dulu di seri modern Assassin’s Creed untuk membiasakan diri dengan beberapa “desain tua’ yang tetap dipertahankan Ubisoft di sini. Sebagai contoh? Sistem panjat. Ia tidak akan memungkinkan Anda untuk secara otomatis bisa memanjat semua jenis tebing ataupun dinding, yang di beberapa situasi aka berujung jadi tantangan tersendiri untuk mencari jalan agar mencari posisi lebih tinggi. Kekakuan gerak parkour dimana akan ada situasi acak dimana tiba-tiba Edward berhenti mendiam dan menolak untuk bergerak ke objek selanjutnya atau yang paling menyebalkan, melompat ke arah yang tidak Anda inginkan, akan tetap terjadi di Black Flag Resynced ini.


Perlu pula diingat pula bahwa posisi Black Flag Resynced sebagai sebuah game action murni juga berarti bahwa sebagian besar peti yang Anda kejar nantinya “hanya” akan berisikan mata uang Reales yang nantinya bisa didistribusikan untuk aksi upgrade kapal atau beli senjata dan perlengkapan tambahan untuk petualangan Anda. Beberapa lainnya bisa berujung lukisan atau objek kosmetik yang bisa Anda pamerkan di hub Anda. Oleh karena itu, tidak seperti seri-seri terakhir Assassin’s Creed, tidak ada sistem gear di sini! Ini berarti, tidak akan ada segudang equipment dan aksesoris yang butuh Anda kejar untuk aksi padu padan status dan buff, yang mungkin mengurangi motivasi jelajah untuk beberapa jenis gamer.
Walaupun demikian, bukan berarti game ini meninggalkan “elemen” RPG ini begitu saja. Ada sedikit elemen yang tetap ditawarkan untuk membuat segala sesuatunya tetap menarik sekaligus jadi alasan ekstra eksplorasi. Salah satu yang paling signifikan tentu saja adalah Trinket yang berperan bak aksesoris di game RPG. Terbagi ke dalam ragam level kelangkaan yang berbeda, setiap dari mereka akan menawarkan buff permanen yang bisa dinikmati Edward dari hal sesederhana kemampuan menahan napas saat menyelam yang lebih baik hingga sesignifikan kemampuan untuk menundukkan lebih banyak musuh secara instan menggunakan aksi Takedown.
Untuk urusan terakhir ini, Resynced juga mengubah cara sistem Takedown ini bekerja. Tidak lagi instan, setiap musuh kini memiliki barrier ekstra bernama Defense yang bisa Anda posisikan bak sistem “Posture” di Sekiro. Jika bar ini habis dan pecah, maka aksi Takedown untuk membunuh musuh secara instan bisa dipicu, yang kemudian bisa dilanjutkan ke musuh selanjutnya hingga efek senjata atau Trinket Anda habis. Namun ingat pula, akan eksis beberapa jenis musuh, dari Brute hingga yang berfokus pada serangan proyektill, yang akan butuh ekstra kerja keras untuk ditundukkan.


Ekstra kerja keras yang bisa dieksekusi dengan memaksimalkan ragam hal yang bisa diakses Edward dengan cepat, dari aksi parry di timing tepat, senjata api yang bisa ditembakkan instan hingga serangkaian skill aktif yang bisa dipicu untuk membuat musuh jatuh dalam posisi yang rentan untuk dieksekusi. Tentu saja, seperti halnya seri klasiknya, opsi untuk bermain secara stealth dan menghabisi semua musuh ini secara instan secara sembunyi-sembunyi tetap tersedia, tanpa lagi terperangkap pada sistem damage dan level. Di seri remake ini, Edward juga akan punya akses lebih cepat ke senjata rope dart yang mampu menarik musuh dari kejauhan.
Salah satu bagian terfavorit kami dari sesi remake ini? Adalah “modernisasi” desain misi berkutat pada aksi menguntit yang tidak lagi akan langsung otomatis berakhir pada kegagalan. Jika Anda bergerak terlalu maju karena rasa tidak sabar misalnya, game sekarang akan otomatis beradaptasi dan membuat si karakter yang Anda ikuti berupaya kabur.
Apapun informasi yang harus Anda dapatkan akan tetap tersedia sebagai item atau catatan yang bisa ambil dari mayat mereka. Sayangnya, di sisi lain, ini sedikit mencabut sensasi imersif apalagi untuk gamer seperti kami yang malas untuk menunggu aksi jalan NPC yang lambat. Kami lebih memilih langsung untuk membuka posisi kami, membiarkan si NPC berlari, dan “mencuri” informasi yang kami butuhkan dari tubuhnya.
Maka sisa dari pengalaman Resynced Anda akan merefleksikan apa yang Anda temui di seri originalnya. Akan ada serangkaian misi sampingan untuk diselesaikan dengan beberapa di antaranya hadir baru, ada kontrak Assassin yang berisikan target untuk Anda habisi, ada Naval Contract yang punya konsep serupa namun berfokus d pertempuran kapal, dan pastinya misi companion baru yang seperti kami bicarakan sebelumnya, berujung lebih menarik dari apa yang kami bayangkan sebelumnya.


Walaupun tidak bisa disimpulkan sebagai sesuatu yang benar-benar representatif, namun eksistensi Assassin’s Creed Black Flag Resynced dan semua modernisasi yang ia bawa cukup untuk membuat kami menarik satu kesimpulan kontroversial yang mungkin tidak Anda setujui. Bahwa jika dieksekusi dengan baik, dengan ekstra konten dan gimmick yang menarik, Assassin’s Creed modern yang hanya menawarkan konsep action tanpa elemen RPG kental sebenarnya masih memiliki ruang. Walaupun harus diakui, ekstra motivasi untuk mengejar ragam reward eksplorasi atau tingkat kesulitan pertarungan butuh sedikit modifikasi agar lebih menarik dan menantang.
Satu hal baru lainnya yang pantas untuk diapresiasi namun sayangnya tidak terlalu menarik bagi kami pribadi adalah kehadiran konten baru bernama “Rift” yang bisa diposisikan sebagai subsitusi untuk hilangnya konten di Resynced ini. Rift akan menawarkan sebuah pengalaman terstruktur yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi sebuah skenario “What if” untuk sosok Edward dimana alih-alih mengambil keputusan seperti layaknya cerita utama, ia justru berujung mengambil keputusan yang berbeda. Di sini, Anda bisa melihat kira-kira cerita seperti apa yang bisa terbentuk jika Edward memilih jalan yang menyimpang dari apa yang kita kenal.

Dengan semua kombinasi ini, dari kesempatan selam kini terbuka di semua badan air, sistem pertarungan yang sedikit dimodifikasi, cita rasa action murni yang kembali, dan eksi eksplorasi yang kini punya ekstra motivasi via trinket yang bisa didapat. Situasi ini menghasilkan pengalaman Black Flag yang familiar dan baru di saat yang sama. Dan sejujurnya, kami sama sekali tidak berkeberatan dengan hal tersebut karena dengan kombinasi ceritanya yang tetap memesona, ia tetap akan efektif mencuri perhatian Anda.

