Kibarkan Layar, Siapkan Meriam!

Maka bukan sebuah game Assassin’s Creed Black Flag namanya jika ia tidak menyediakan mekanisme pertarungan kapal yang memperkuat karakter seorang Edward Kenway sebagai seorang bajak laut alias perompak. Lewat aksii bertarung melawan kapal ragam ukuran ini, Anda akan berkesempatann untuk mengumpulkan tidak hanya uang, tetapi juga beragam material yang bisa dialihkan untuk memperluas hub utama Anda sekaligus memperkuat kapal itu sendiri. Sistem ini tumbuh menjadi gameplay loop adiktif dimana kesibukan menguatkan kapal juga berarti kesempatan lebih besar untuk menundukkan kapal yang masih besar.
Yang membuat Resynced sedikit berbeda dari sisi pondasi sistem adalah kehadiraran para Shipwright baru yang seperti kami bicarakan sebelumnya, juga punya latar belakang cerita mereka sendiri. Kesempatan merekrut mereka tidak hanya membuat mereka kini akan dengan setia berdiri saat Anda menahkodai Jackdaw saja, tetapi juga mmebuka akses untuk lebih banyak varian senjata dan skill aktif, yang tentu saja membuat kapal Anda kian mematikan. Tentu saja, proses pencarian skema blueprint lewat peti harta karun yang tersembunyi dari pulau sampai dasar laut tetap esensial untuk memperkuat kapal Anda hingga batas maksimal.


Yang menarik? Di luar kemungkinan bahwa tangan kami memang tidak lagi selincah belasan tahun lalu karena usia, ada kesan bahwa pertarungan kapal di Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini berujung lebih sulit dibandingkan dengan seri originalnya.
Salah satu yang paling kami rasakan adalah sensasi kendali kapal yang memang terasa kian realistis di tangan, dimana aksi Anda menurunkan dan mengembangkan layar sekarang tidak lagi terasa instan mendorong manuver kapal Anda menjadi lebih lincah dan cepat. Keseluruhan pergerakan kapal saat berbelok misalnya, kini terasa lebih berat dari apa sempat kami ingat dari seri original. Situasi ini membuat penempatan diri saat bertarung, mengingat seberapa sangat bergantungnya kita pada meriam di sisi kapal, terasa lebih sulit di Resynced ini. Damage yang bisa dihasilkan, terutama untuk kapal lebih besar, juga tidak terasa signifikan.
Seberapa makin sulitnya? Sesulit fakta bahwa kami sempat menurunkan pilihan tingkat kesulitan Naval Combat yang tersedia di Resynced dari level “Normal” ke “Forgiving” yang notabene seharusnya membuat segala sesuatunya signifikan lebih mudah.Bahkan di setting ini, pertarungan kami melawan Legendary Ships dua buah yang memang menantang berujung tidak semudah yang kami bayangkan terlepas dari fakta bahwa tingkat kesulitan ini seharusnya membuat tembakan mereka tidak terlalu akurat. Ia memakan waktu lama, manuver yang tak henti-hentinya berupaya dilakukan, dan kekalahan di akhir karena kuatnya pertahanan yang mereka pamerkan. Namun sekali lagi bisa jadi, kekalahan ini terjadi karena skill issue dari sisi kami pula.
Segala sesuatunya juga semakin kompleks mengingat beberapa skenario pertempuran Naval kini akan diposisikan pada saat cuaca badai untuk ekstra dramatisasi. Kini di tengah cuaca seperti ini, Anda tidak lagi diperkenankan untuk menaikkan layar dan bergerak cepat, sehingga pace pertempuran di skenario ini akan langsung melambat secara keseluruhan, yang lagi-lagi akan membuat aksi putar kapal kian terasa berat.
Namun terlepas dari sensasi pertarungan kapal yang terasa lebih sulit, terutam saat melawan Legendary Ships, namun untungnya kami tidak terlalu merasa kewalahan di pertarungan kapal yang memang dituntut untuk menyelesaikan cerita utama. Selama Anda cukup menyiapkan diri untuk mencari resource yang dibutuhkan untuk meng-upgrade kapal Anda hingga batas maksimal, terutama soal ketahanan dan kesiapan meriam tembak samping serta mortar, maka Anda seharusnya bisa melenggang dengan mudah. Tentu saja, ada kebutuhan ekstra strategi tersendiri dengan meninggalkan beberapa kapal rusak untuk Anda rompak atas nama untuk memperbaiki kapal Anda di situasi yang genting.

Maka sisa mekanik kapal lainnya adalah kesempatan Edward untuk memerintah beberapa kapal ragam ukuran yang berhasil Anda tangkap dan jadikan sebagai bagian dari fleet Anda. Dengan peta yang akan terbuka seiring dengan lebih banyak benteng musuh yang Anda tundukkan, sistem ini akan memungkinkan Anda untuk mendulang ekstra uang, ekstra material, dan juga melakukan re-strock material di misi sampingan pencurian gudang jika Anda butuhkan. Setiap kapal akan punya limitasi fungsi masing-masing dan nantinya, kebutuhan material yang berbedfa pula untuk diperbaiki.
Kesimpulan

Lewat Resynced, Ubisoft sepertinya sangat memahami apa yang membuat Black Flag menjadi salah satu seri Assassin’s Creed legendaris yang terus dicintai hingga saat ini. Mereka memastikan bahwa proses modernisasi yang ditawarkan tetap menawarkan nilai tambah untuk gamer pendatang baru dan veteran, sembari memastikan ia tidak lantas mengubah secara radikal keseluruhan pengalaman yang ditawarkan, baik dari sisi cerita, konten baru, hingga ragam penyempurnaan mekanik yang disuntikkan. Hasilnya adalah sebuah proyek remake gemilang yang pantas untuk dirayakan, yang kian mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai salah satu game Assassin’s Creed terbaik, tetapi juga game bajak laut terasyik yang pernah ada.
Walaupun demikian, bukan berarti Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini bisa dibilang sempurna. Walaupun masih berada dalam batas yang bisa ditoleransi, kami merasa bahwa kemulusan pergerakan parkour yang ditawarkan di seri ini masih belum sebanding dengan kemulusan yang ditawarkan seri utama sebelumnya – Shadows. Anda akan lebih sering bertemu dengan aksi Edward yang diam mematung dan tidak responsif untuk bergerak ke objek panjat selanjutnya tanpa alasan jelas, dibandingkan dengan Naoei atau Yasuke. Kami juga merasa tambahan konten “Rift” yang seharusnya jadi salah satu daya tarik utama seri ini berujung kurang menarik, terlepas dari implikasi lore yang ada.
Dengan semua kombinasi ini, Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap hadir tidak hanya sebagai sebuah proyek remake yang fantastis saja, tetapi juga sebuah seri Assassin’s Creed yang seru dan adiktif di saat yang sama. Ada alasannya mengapa nostalgia dan rasa cinta fans franchise ini tetap bertahan di Black Flag yang kini menawarkan alasan ekstra untuk itu. Aksi rombak rampok rompak Ubisoft di seri ini harus diakui, berhasil.
Kelebihan

- Modernisasi sisi visual yang memanjakan mata
- Tambahan karakter companion baru datang dengan latar belakang cerita yang menarik
- Minim layar loading untuk sensasi lebih imersif
- Cita rasa action terbukti masih jadi konsep yang relevan dan seru di sini
- Pertarungan kapal tetap sama asyiknya untuk mengukuhkan status game ini sebagai salah satu game bajak laut terbaik
- Cerita tetap terasa kuat bahkan untuk gamer veteran yang sempat mencicipi seri originalnya sekalipun
- Sea Shanties tetap membuat telinga termanjakan
- Gameplay loop yang tetap adiktif
Kekurangan

- Konten baru – Rift berujung tidak semenarik yang dibayangkan sebelumnya
- Pergerakan parkour terkadang masih tersendat, tidak semulus seri Assassin’s Creed modern yang lain
Direkomendasikan untuk: gamer pencinta Black Flag original, fans yang menginginkan cita rasa action murni dari franchise ini dan bukannya RPG
Tidak direkomendasikan untuk: yang menikmati sisi RPG dari seri modern yang lain, menginginkan sebuah formula baru nan revolusioner

