Gotham Balok

Jika Anda termasuk gamer yang tidak pernah menyentuh seri LEGO sebelumnya, apa yang ditawarkan TT Games dari sisi presentasi visual untuk seri ini sebenarnya konsisten dengan apa yang mereka racik sebelumnya. Bahwa sesuai dengan nama yang ia usung, ambisinya adalah meracik keseluruhan objek yang Anda temui dari potongan LEGO. Kita benar-benar bicara soal semua objek yang secara rasional tetap bisa dibangun dengan balok warna-warni ini, dari kobaran api, potongan es, hingga kotoran burung sekalipun. Ini akan menjadi kesempatan untuk menikmati Gotham dalam desain balok yang sesungguhnya.
Karena LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight sendiri memang bukan game linear yang meminta Anda hanya sekadar untuk bergerak dari satu cerita ke cerita selanjutnya. Anda akan diberi kesempatan untuk menjelajahi Gotham selayaknya seri Arkham, yang tentu saja keseluruhannya dibangun dengan LEGO. Bahkan lebih baik dari Arkham, Anda -juga akan menemui ragam aktivitas penduduk Gotham yang hilir mudik di sini, meninggalkan kesan yang setidaknya lebih hidup.
Pendekatan Gotham yang idbangun dengan balok ini juga tidak lantas membuat TT Games mengabaikan semua hal yang harus diperhatikan untuk membuatnya tetap memanjakan mata. Beberapa detail kecil, seperti air yang tetap akan mengalir kecil dari tubuh plastik karakter saat hujan besar terjadi misalnya, akan dihadirkan di sini. Atau bagaimana ia memastikan efek tata cahaya dramatis tetap tercipta saat Anda memandangi Bat Signal yang menyala terang di angkasa. Hal-hal kecil dan teknis ini membuat LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight terlihat modern dalam kapasitas yang seharusnya.
Maka bukan seri LEGO juga namanya jika ia tidak berupaya mengadopsi sang sumber materi dengan sebaik yang ia bisa. Walaupun sayangnya karakter yang bisa Anda gunakan terhitung terbatas jika dibandingkan dengan game LEGO lawas, dengan nihilnya kesempatan untuk menggunakan karakter villain, ia tetap akan memuaskan para fans kelas berat.


Sumbernya datang dari beragam opsi kostum yang bisa dikenakan oleh setiap karakter, yang didasarkan pada sumber materi komik atau film yang memang eksis. Varian ini juga tersedia untuk kendaraan para “keluarga” Bat. Tidak hanya itu saja, kesempatan untuk membuka varian warna alternatif juga tersedia bagi Anda yang menyenangi proses eksplorasi yang ada. Tenang saja, hal kecil seperti eksistensi Bat Cave yang bisa diperluas dengan rangkaian rahasia di dalamnya juga akan tersedia di sini.
Namun apresiasi tertinggi dan hal yang paling kami senangi dari LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight ini jelas bersumber dari ragam referensi yang berhasil mereka suntikkan dengan halus dan manis. Bahwa di tengah jalinan cerita dan sekuens original yang mereka tawarkan,. TT Games berhasil menyuntikkan referensi-referensi ikonik dari sejarah eksistensi Batman di ragam media. Kita bicara soal scene ikonik pengejaran Penguin di The Batman hingga reka ulang film pembuka Batman: Animated Series dengan musiknya yang siap mengobarkan sensasi nostalgia yang kuat. Anda yang mencintai Batman akan menyukai semua referensi yang disuntikkan seri ini.

TT Games juga terhitung berhasil menyulap beberapa momen yang seharusnya penting dan ikonik Batman menjadi sumber lelucon yang cukup efektif untuk mengundang tawa atau sekadar memicu senyum di wajah Anda. Lelucon yang mereka usung tetap terasa kreatif, tidak berlebihan atau berujung merendahkan sang sumber materi utamanya. Bahkan, di beberapa titik, ia hadir dengan gaya yang seringkali dikategorikan sebagai “lelucon bapak-bapak” di era sekarang.
Sementara dari sisi audio? Tidak kalah memesona. Selain dialog yang mengalir dengan cukup hidup dari tiap karakter, yang juga terlihat unik saat disandingkan dengan gerak dan ekspresi wajah LEGO yang terbatas, TT Games juga kembali menyuntikkan cukup banyak ekstra referensi audio di sini. Mendengar petikan keras gitar metal yang mengalunkan musik tema Batman dari tangan Catwoman untuk menundukkan musuh dari kejauhan? Keren!
Obat Rindu Arkham

Menyebut seri Arkham dari Rocksteady Studios sebagai salah satu game superhero terbaik sepanjang masa bukanlah sesuatu yang kontroversial. Tidak sulit untuk menemukan gamer yang berbagi pendapat yang sama dengan Anda jika pernyataan ini keluar dari mulut Anda. Sayangnya, ragam situasi yang menyelimuti WB Games membuat seri ini justru tenggelam dan mati tanpa kabar. Di tengah rasa haus untuk sebuah seri Arkham baru ini, LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight datang sebagai oase yang sudah lama dinanti.
Tidak benar-benar sama memang, namun sulit rasanya untuk membantah bahwa pondasi LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight memang jelas terinspirasi dari seri Batman Arkham, terutama saat kita bicara soal sistem pertarungan yang ia usung.
Bahwa tidak lagi seperti seri game LEGO lawas dimana pertarungan hanya berujung menggunakan satu tombol serangan berulang kali hingga musuh “pecah”, game ini mengusung pondasi mekanik yang lebih mengingatkan kita pada seri Arkham selama ini. Tidak hanya sekadar menyerang membabi buta, Batman dan para companion-nya juga kini dibekali dengan kemampuan counter dan evade. Dengan bar yang terisi penuh setiap serangan masuk, Anda juga bisa mengeksekusi serangan pemungkas untuk menghabisi musuh-musuh ini secara instan.
Tidak hanya sisi aksi serangan terbuka saja, pondasi sisi stealth yang ia tawarkan juga akan langsung mengingatkan Anda pada seri Arkham. Walaupun tingkat kesulitan game ini di level Normal terhitung mudah untuk gamer-gamer dewasa dan stealth hanya sekadar jadi “opsi” untuk bersenang-senang, namun ia tetap mampu mewakili sensasi menjadi The Dark Knight yang sesungguhnya. Anda bisa bergerak menggunakan grappling hook dari titik-titik yang sudah disediakan untuk menghabisi ragam musuh satu per satu jika Anda menginginkannya. Batman di sini juga akan secara otomatis berjalan pelan jika mendekati musuh dari belakang.


Varian musuh yang Anda hadapi, terlepas dari apapun faksi yang biasanya terasosiasi pada super villain spesifik, juga cukup beragam. Selain musuh dengan serangan melee dan range, akan ada varian musuh dengan senjata khusus seperti baton listrik untuk serangan AOE dan perisai yang butuh Anda lompati, mirip seri Arkham. Tidak hanya itu saja, akan ada beberapa varian musuh Brute berukuran besar yang lagi-lagi juga butuh strategi untk ditundukkan, baik lewat gerak atau ragam gadget yang dimiliki Batman dan companionnya di sini. Berita baiknya lagi? Anda yang memainkan game ini sendiri tetap akan didukung dengan AI companion yang cukup mahir dan lihai untuk membantu mengikis jumlah musuh yang Anda hadapi. Ia seolah bertolak belakang dengan AI musuh yang kadang tidak bisa mendeteksi aksi stealth Anda bahkan ketika dilakukan ke target samping mereka sekalipun.
Maka sisa perjalanan Anda akan disambut dengan ragam tantangan yang identik dengan game LEGO selama ini. Dengan peta yang akan memamerkan ragam aktivitas yang bisa Anda selesaikan untuk mendapatkan resource penting seperti balok emas untuk membuka ragam efek skill tree yang membuat aksi Anda lebih mematikan, Anda juga bisa mengejar item bernama Waynetech yang akan membuat gadget Anda lebih efektif. Tentu saja, akan ada ratusan ribu stud untuk dkumpulkan, yang nantinya akan bisa Anda belanjakan untuk memperluas Bat Cave atau membuka lebih banyak kostum untuk ragam karakter yang ada.


Kami juga sangat mengapresiasi kebutuhan TT Games untuk tidak “menahan” laju kemampuan mobilitas Batman sejak pertama kali ia mendapatkan kemampuan gliding miliknya. Bahwa alih-alih didesain lambat atau terbatas, LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight langsung memungkinkan Anda untuk menggunakan kepak sayap Batman dan kawan-kawan dengan kecepatan tinggi menggunakan sejenis efek boost yang tidak memakan resource apapun. Hasilnya? Terlepas dari luasnya kota Gotham yang ditawarkan seri ini, Anda tidak akan kesulitan untuk melewatinya dengan cepat. Tentu saja, akan ada beberapa titik Fast Travel yang harus Anda buka lebih dahulu dengan menyelesaikan ragam puzzle yang ada.
Sistem penyelesaian puzzle ini pun juga mengekor konsep game LEGO yang selama ini Anda kenal. Bahwa Batman dan companionnya masing-masing akan memiliki setidaknya dua gadget spesifik yang bisa digunakan untuk membuka atau mengakses fungsi tertentu. Seolah tidak lagi bisa lebih mudah, aksi scanning juga akan secara otomatis membuka “solusi” untuk ragam rintangan ini dimana lewat logo yang ada, Anda akan mendapatkan infomrasi soal karakter dan gadget apa yang harus Anda pilih untuk mengakses mereka. Berita baiknya juga? Seri ini menawarkan QOL untuk bergonta-ganti karakter companion secara instan dari manapun jika Anda membutuhkannya.


Namun sayangnya, keseluruhan keasyikan gameplay khas LEGO yang mendapatkan bumbu Arkham yang kental ini tidak banyak dimaksimalkan untuk sisi kendaraan yang berujung tak banyak digunakan di luar sekadar menyelesaikan misi sampingan bergaya balap Time Attack yang tersedia. Dengan titik fast travel yang tersedia di tiap region, yang dikombinasikan dengan gerak gliding super cepat Batman, fungsi kendaraan di sisi eksplorasi di game ini sama sekali tidak esensial dan seringkali dpakai pada saat Anda bosan semata. Walaupun akan ada misi acak dimana Anda harus mengejar dan menghancurkan kendaraan musuh dengan misil dan tali derek yang tersedia.
Kombinasi-kombinasi ini juga harus diikuti dengan satu catatan penting untuk mengatur ekspektasi – bahwa di tingkat kesulitan normal, terlepas dari ragam implementasi sistem Arkham di sini, LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight tetaplah sebuah game yang mudah. Bahwa fokusnya tetap tidak diarahkan untuk gamer-gamer pencinta game action yang butuh kepuasan untuk menundukkan tantangan. Hampir sebagian musuh yang harus Anda lawan dan puzzle yang Anda selesaikan akan berujung sederhana. Jelas bahwa di luar bentuknya yang kompleks, nyawa seri ini sebagai game yang bersahabat untuk anak-anak tetap tidak tergantikan.

