Review Tales of Eternia Remastered: Ramah Remaja Jompo!

Review Tales of Eternia Remastered: Ramah Remaja Jompo!

Author picture
Author picture

Bagi gamer-gamer berusia muda, namanya mungkin terdengar seperti sebuah artefak kuno yang tidak lagi relevan. Namun bagi gamer tua yang sempat menikmati masa keemasan Playstation pertama, ia sebegitu legendarisnya hingga besar kemungkinan menjadi alasan mengapa mereka berujung jatuh cinta pada JRPG sebagai sebuah genre secara keseluruhan. Visual pixel art yang begitu indah di televisi CRT di eranya, cerita sederhana dengan karakter yang penuh kepribadian dan kehangatan, kita tentu tengah bicara soal Tales of Eternia Remastered.

Menjadi satu dari nama dari ambisi Bandai Namco dan tim Tales untuk membawa katalog seri Tales ke era modern, Eternia menjadi salah satu tambahan yang disambut dengan tangan terbuka. Di satu sisi, jelas dibandingkan dengan beberapa seri remaster Tales yang dipilih Bandai Namco di beberapa seri terakhir yang masih tergolong “modern” dan muda, Tales of Eternia jelas tua. Ini juga akan menjadi uji kemampuan soal cara mereka menangani game pixel art lawas dan mendorongnya ke era saat ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Tales of Eternia Remastered? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri remaster yang begitu ramah untuk para “remaja jompo” alias gamer-gamer tua yang menolak tunduk pada umurnya? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Opsi, Opsi, dan Opsi

Anda bisa menggunakan opsi presentasi versi Remastered atau original, lengkap dengan opsi dub bahasa Inggris dan Jepang.

Posisi sebuah game “remaster” selama satu dekade terakhir di industri game memang terhitung cukup unik. Tidak sedikit developer yang mendefinisikan kata ini sebagai sebuah upaya untuk meracik iterasi terakhir yang definitif, sebuah versi terbaik yang membuat versi originalnya menjadi tidak lagi relevan dan selayaknya dihilangkan dari peredaran.

Namun tidak sedikit pula yang memosisikannya sebagai sebuah proyek apresiasi, sebuah perayaan yang membuatnya kini bisa dinikmati oleh gamer-gamer muda, tidak kurang dan tidak lebih. Bahwa alih-alih mengapus versi originalnya, ia justru ingin memamerkan seberapa signifikan perbedaan yang diusung, baik dari sisi presentasi hingga fitur. Berita baiknya? Tales of Eternia Remastered hadir dengan pendekatan yang satu ini.

Sejak awal permainan, dengan menu yang bisa Anda akses kapanpun termasuk saat in-game, Tales of Eternia Remastered akan menyediakan dua buah opsi untuk sisi presentasi visual dan presentasi audio yang kini akan dibagi menjadi dua opsi – Remastered dan original.

Seperti nama yang ia usung, original berarti menikmati game ini dalam format terbaiknya di era Playstation 1, yang menariknya tetap didorong oleh Bandai Namco untuk tetap menempati ruang 16:9 alih-alih 4:3 dengan ekstra tambalan di sisi kiri dan kanan. Perubahan antara kedua versi bisa dibandingkan di ragam tekstur yang diusung, seperti efek air terjun misalnya. Versi Remaster terlihat lebih halus tanpa terlihat canggung. Ia tidak langsung memperhalusnya sebegitu ekstrimnya hingga ia tidak lagi terlihat seperti game pixel-art yang tentu saja jadi charm tersendiri untuk sebuah game klasik.

Proses “penajaman” tetap proporsional tanpa hadir terlalu ekstrim hingga menghilangkan identitas pixel-art nya sebagai game tua dan legendaris.
Posisinya sebagai satu dari sedikit dari game JRPG yang menawarkan voice acting di era Playstation 1 masih memori mengagumkan untuk kami.

Opsi Remaster ini juga ditawarkan Bandai Namco dari sisi audio, yang diklaim hadir lebih jernih dibandingkan versi originalnya. Untuk Anda yang tidak familiar, Tales of Eternia yang dipecah ke dalam 3 disc terpisah di era Playstation pertama merupakan satu dari sedikit proyek game RPG yang menggunakan voice acting di dalam. Tidak penuh memang, namun menyematkannya di ragam momen penting tidak hanya membuatnya istimewa saja, tetapi juga ikonik. Versi Remastered ini juga langsung datang dengan opsi audio bahasa Jepang jika Anda menginginkannya.

Walaupun menawarkan cita rasa original dan remaster ini sebagai sebuah opsi adalah pendekatan yang pantas untuk diapresiasi, namun tetap harus diakui, tidak semua eksekusinya bisa disebut sempurna. Kami sempat merasa bahwa animasi gerak wajah karakter saat skit, yang kini tersedia dalam bentuk HD, kadang hadir dengan sudut wajah karakter yang sebegitu anehnya hingga bentuknya terasa tidak natural. Ini paling seringkali terjadi dengan bentuk wajah Reid – sang protagonis utama.

Hadir dengan visual HD, bentuk wajah Reid akan terlihat canggung di sini.
Versi Remaster ini akan tetap hadir dengan cerita original yang kita semua cintai.

Sementara dari sisi cerita, Anda akan tetap menikmati semua hal yang Anda sukai dari seri Tales of Eternia selama ini, yang memang berpondasikan soal ancaman tubrukan antara dua dunia yang berbeda – Inferia dan Celestia yang masing-masing punya mitos dan legendanya sendiri terkait dunia yang lainnya. Seperti yang bisa Anda prediksi, menjadi tugas Anda yang kebetulan “terperangkap” dalam pusaran konflik ini untuk mencari solusi.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website