Ramah Remaja Jompo!

Hampir sebagian besar gamer-gamer yang sempat menikmati Tales of Eternia di era Playstation adalah gamer-gamer yang seharusnya kini sudah berumur dengan limitasi fisik, limitasi waktu, dan limitasi aktivitas yang bisa mereka lakukan. Berita baiknya? Bersama dengan upaya modernisasi dari sisi presentasi, Bandai Namco juga menyuntikkan segudang fitur penunjang para remaja jompo di Tales of Eternia Remastered ini.
Pertama dan yang paling menarik? Game ini menyediakan opsi menu in-game bernama “Boost” yang berfungsi bak sebuah konten cheat legal. Dengan menggunakan opsi yang satu ini, Anda bisa mengatur beragam hal termasuk elemen sepenting jumlah EXP yang Anda dapatkan dari satu pertarungan. Anda yang kini mudah lelah namun ingin tetap melihat karakter Anda terasa menguat konsisten dan cepat di akhir selalu bisa mengatur sendiri modifier perkalian Anda di opsi ini. Anda juga bisa menggabungkan boost ini dengan opsi untuk mematikan encounter melawan musuh misalnya.

Kedua dan yang paling kami sambut dengan tangan terbuka? Tales of Eternia Remastered kini menawarkan opsi “Auto-Battle” yang bisa Anda akses dengan menggunakan satu tombol saja. Ia mengkombinasikan sistem Auto-battle dari versi original yang membiarkan AI mengatur strategi dan bertarung untuk Anda dengan fitur percepatan waktu.
Hasilnya? Adalah sebuah sistem otomatisasi pertarungan yang mungkin akan mengingatkan Anda pada fitur di banyak game gacha. Bagi gamer-gamer yang sempat merasakan betapa melelahkannya proses grinding di versi originalnya, ini adalah tambahan fitur dari surga yang membuat perjalanan kini tidak hanya berjalan lebih cepat saja, tetapi juga mudah ditoleransi untuk Anda yang tidak ingin menggunakan Boost sama sekali.


Dikombinasikan dengan sistem strategi yang bisa digunakan untuk mengatur perilaku CPU, terutama soal betapa borosnya mereka menggunakan resource seperti TP, Tales of Eternia Remastered kini terasa jauh lebih bisa dinikmati untuk gamer-gamer tua yang matanya mulai tidak lagi bisa diajakan berkompromi di banyak hari.
Lebih gilanya lagi? Tales of Eternia Remastered kini juga menyediakan opsi skip untuk ragam cut-scene yang di era ini memang hanya diisi dengan karakter statis yang berbicara satu sama lain dengan sedikit gerakan dansa memutar untuk memperlihatkan bagaimana mereka tengah sedih atau bahagia. Anda yang masih ingat jelas cerita Eternia original dan ingin melewatkan banyak porsi cerita kini akan bisa melakukannya di versi Remastered ini.
Takut bahwa hal ini justru akan membuat Anda bingung dan melewatkan clue kemana harus melangkah selanjutnya? Tenang saja, modernisasi yang ditawarkan Bandai Namco juga sudah mencakup aspek yang satu ini.
Tanpa memerhatikan cerita sekalipun, Tales of Eternia Remastered kini juga akan menyuntikkan ikon-ikon baru untuk memberikan clue eksplisit kepada Anda. Ada ikon yang digunakan untuk memberi tahu kemana Anda harus melangkah selanjutnya untuk mendorong cerita utama, ada ikon yang akan menjelaskan misi sampingan mana saja yang bisa Anda terima dan selesakan, hingga ikon berbentuk jam pasir yang kini akan menuntun Anda untuk menikmati ragam event atau misi dengan limitasi waktu yang mungkin saja Anda lewatkan di versi originalnya.


Maka seperti yang bisa diprediksi, tambahan fitur-fitur lainnya akan membuat para gamer-gamer remaja jompo untuk menikmati seri Tales of Eternia Remastered ini tanpa kerepotan yang mengganggu dan melelahkan. Kita bicara soal suntikan sistem save di mana saja, fitur healing party dengan satu tombol, hingga sistem retry battle di saat itu juga untuk skenario pertarungan dimana Anda berujung harus meregang nyawa.
Namun perlu diingat pula, bahwa kehadiran segudang fitur tambahan ini tidak lantas otomatis menghapus beragam jejak-jejak Tales of Eternia Remastered sebagai game RPG tua dengan limitasinya sendiri, apalagi jika dibandingkan dengan pendekatan game RPG modern. Kita bicara dari hal sesederhana soal fungsi memegang objek untuk ditarik atau didorong yang masih terasa kaku dan kurang intuitif hingga sistem efek status yang akan terbawa setelah pertarungan alih-alih otomatis disembuhkan di banyak RPG modern.


Pada akhirnya, semua fitur ini benar-benar membuat Tales of Eternia akan jauh bisa lebih dinikmati dan ditoleransi untuk Anda yang mungkin tidak lagi punya banyak waktu untuk proses grinding yang notabene esensial untuk seri originalnya. Bagi gamer-gamer usia muda yang datang karena rasa penasaran dengan status legendarisnya? Anda akan mendapatkan sebuah versi Tales of Eternia yang tetap sama serunya mengingat banyak dari fitur penopang gamer remaja jompo ini hadir sekadar sebagai opsi yang bisa Anda abaikan untuk pengalaman Playstation 1 yang otentik.
Tales of Eternia Remastered, Pantaskah untuk Dilirik?

Sebagai gamer yang memberikan tribut kepada Tales of Eternia, yang di era-nya juga seringkali disebut sebagai Tales of Destiny II sebagai salah satu pondasi yang membuat kami jatuh cinta pada JRPG, maka seperti yang bisa diprediksi, jawaban kami adalah “Iya” untuk pertanyaan di atas.
Iya untuk gamer-gamer tua yang sekadar ingin kembali untuk ekstra sensasi nostalgia, yang besar kemungkinan akan menyelesaikan keseluruhan cerita karena tidak hanya kenikmatan cerita yang tidak terkikis masa saja, tetapi juga tambahan fitur dan gimmick yang membuat ragam proses melelahkan kini lebih nyaman untuk dinikmati.
Bagi gamer-gamer muda? Walaupun ia mungkin tidak terlihat se-revolusioner masa lalu dengan absennya kebutuhan disc 3 keping untuk menampung ragam fiturnya, kami yakin kualitasnya tetap akan cukup untuk membuat Anda jatuh cinta.
Tales of Eternia Remastered saat ini sudah tersedia untuk Playstation 4, Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.

