
Steam Machine saat ini memang tengah jadi primadona di pasar perangkat keras gaming. Walaupun ragam review awal dari ragam media menyoroti harga tingginya yang sedikit tidak sepadan dengan performa yang ditawarkan, perhatian pada mesin gaming yang satu ini tetap begitu kuat. Salah satunya datang dari produsen skin cover, case, hingga plate ternama – Dbrand. Mereka tengah mempersiapkan sebuah skin berdasarkan objek dari game Portal untuknya.
Beberapa hari sebelum Valve memperkenalkannya secara resmi, Dbrand sudah memacu kendaraan marketing mereka dengan skin objek kubus dari Portal – Companion Cube ini dengan kecepatan penuh. Tidak main-main, mereka bahkan menyuntikkan sponsor mereka di influencer teknologi raksasa – Linus Tech Tips dalam review Steam Machine mereka.
Bersama dengannya, Dbrand juga sudah mulai membuka masa pre-order untuk skin Companion Cube ini. Dengan semua langkah dan strategi ini, hampir semua gamer tentu tidak menaruh curiga sama sekali. Menjadi sesuatu yang sangat rasional untuk berasumis bahwa Dbrand sudah mengantongi izin dari Valve untuk skin ini.
Karena terlepas dari betapa “baiknya” Valve di hadapan para gamer dengan ragam kebijakan yang mereka ambil terutama di Steam, skin Companion Cube ini tetaplah bagian dari IP milik Valve – Portal itu sendiri. Bahwa hak guna untuknya tetap sepenuhnya berada di tangan Valve. Seperti yang bisa Anda prediksi, ternyata Dbrand membangun produk ini tanpa pernah sekalipun pernah meminta izin pada Valve sebelumnya.

Marketing jor-joran yang dilakukan Dbrand ini akhirnya sampai ke mata dan telinga Valve yang ternyata tidak memberikan izin bagi mereka untuk menggunakan estetika Companion Cube dari Portal ini.
Situasi ini pun membuat Dbrand tidak bisa melakukan banyak hal selain membatalkan keseluruhan rencana rilis produk ini, termasuk mengembalikan uang konsumen yang sudah melakukan pre-order sebelumnya.
Fakta bahwaa Dbrand dengan percaya diri meracik item ini tanpa memberi tahu Valve lebih dulu langsung memancing kritik dari para calon konsumen yang tidak percaya bahwa hal sesederhana ini tidak terpikirkan sama sekali. Banyak pula yang merasa bahwa ini merupakan bagian dari sekadar strategi marketing Dbrand yang memang dengan sengaja memicu reaksi Valve di kasus ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

