Boss Dev. Ori Sebut Sistem Game Pass Mirip Komunisme

Boss Dev. Ori Sebut Sistem Game Pass Mirip Komunisme

Author picture
Author picture

Seperti sebuah pertaruhan termahal yang saat ini terus dikejar oleh XBOX, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan posisi layanan andalan mereka – Game Pass saat ini. Hampir semua strategi yang mereka tempuh selama beberapa tahun terakhir ini dirangkai untuk membuat Game Pass kian menggoda.

Namun sayangnya, ia belum cukup sukses untuk menjadi sebuah produk yang pantas untuk dibanggakan dan dirayakan. Bagi CEO dev. Ori and the Blind Forest, alasannya karena konsep Game Pass yang ia sebut mirip dengan komunisme.

Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Moon Studios sekaligus Designer untuk seri Ori – Thomas Mahler dalam pernyataannya via akun Twitter / X pribadinya. Menanggapi soal kegagalan Game Pass untuk menguasai industri game, Mahler menyebut bahwa sumber masalah terbesarnya datang dari kualitas katalog game yang ia anggap tidak cukup keren untuk membuat gamer rela membayar biaya bulanannya.

Semuanya diperparah dengan tendensi gamer untuk terus membandingkan kualitas produk terbaru dengan produk lama, apalagi yang sempat menjadi ikon. Ketika hal tersebut gagal tercapai? Maka game tersebut, terlepas dari fakta ia merupakan produk baru, tidak akan terasa menggoda.

Oleh karena itu, Mahler menyebut bahwa XBOX harus membangun sebuah sistem insentif untuk terus mendorong developer melahirkan game-game sukses alih-alih hanya menjadi pabrik untuk game kualitas menengah.

Mahler bahkan menyamakan Game Pass dengan sistem komunisme. Ia menyebut bahwa dengan sistem yang ditawarkan Game Pass, developer tidak punya insentif untuk mengeluarkan ekstra kerja dan usaha untuk meracik game sekeren mungkin. Situasi ini kemudian berimbas pada jumlah gamer yang tidak tertarik untuk membayar biaya langganan Game Pass dan akhirnya, jumlah user yang kian turun.

Moon Studios sendiri sudah bergerak menjauh dari status studio yang sempat merilis gamenya secara eksklusif untuk XBOX dengan proyek teranyar – No Rest for the Wicked yang akan meluncur di bulan Oktober 2026 mendatang. Walaupun pada saat berita ini ditulis, dua game andalannya – Ori and the Blind Forst dan Ori and the Will of the Wisps tetap eksklusif konsol untuk XBOX.

bagaimana menurut Anda? Termasuk gamer yang setuju dengan pernyataan Mahler ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website