
Seiring dengan perkembangan zaman, Assassin’s Creed memang sudah berevolusi menjadi sebuah franchise game yang begitu berbeda. Bahwa di luar konsistensi untuk tetap menjadikan sejarah ternama sebagai pondasi cerita dengan ekstra bumbu fiksi di atasnya, Ubisoft terus melakukan beragam cara untuk membuatnya tetap terasa segar dan menyenangkan.
Salah satunya adalah dengan mengubahnya menjadi game action RPG. Namun di tengah perubahan tersebut, selalu ada suara fans yang menginginkan kembalinya cita rasa lawas yang sesungguhnya. Walaupun belum sepenuhnya terpenuhi, namun sedikit dari porsi mimpi tersebut akan terwujud dengan Assassin’s Creed Black Flag Resynced.
Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, Assassin’s Creed Black Flag Resynced adalah sebuah proyek remake seri klasik yang begitu dicintai – Assassin’s Creed IV menggunakan iterasi engine Anvil yang terbaru. Ia tidak hanya menjanjikan sisi visualisasi modern saja, tetapi juga modernisasi dari sisi gameplay dan tentu saja, ekstra tambahan mekanik dan konten cerita yang siap untuk menyambut gamer-gamer veteran Black Flag sekalipun. Semuanya dipadukan dengan identitasnya sebagai tetap, salah satu game bertema bajak laut terbaik di pasaran.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Asssassin’s Creed Black Flag Resynced ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai proyeek rombak rampok rompak? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Plot

Terlepas dari beberapa penambahan di sana-sini, keseluruhan cerita yang ditawarkan Assassin’s Creed Black Flag Resynced masih serupa dengan seri originalnya yang dirilis 13 tahun yang lalu.
Cerita tetap akan berpusat pada sosok Edward Kenway, seorang bajak laut yang karen satu dan lain hal berhasil membunuh dan mencuri identitas seorang Assassin yang berupaya membelot ke kubu Templar. Melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk mencari kekayaan, langkah “iseng” ini justru membawa Edward pada perburuan teknologi yang di eranya terdengar tidak masuk akal, sebuah lokasi bernama The Observatory yang bisa melacak keberadaan siapapun yang kita inginkan. Lagi-lagi, di mata Edward, tidak ada lagi momen yang lebih tepat untuk menimbun harta.
Namun seperti yang bisa diprediksi, perjalanan ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Lewat pertemuannya dengan beberapa karakter penting di era itu, perjalanan Edward perlahan tapi pasti, mulai menjadi ruang persinggungan ideologi, terutama soal konsep kebebasan itu sendiri. Lewat kapal yang ia pimpin – Jackdaw dan aksi perompakan yang ia lakukan, Kenway tidak lagi sekadar bertempur atas nama dirinya sendiri.


Walaupun kisah Edward sebagian besar sama dengan bumbu ekstra, namun Ubisoft memutuskan untuk membuang keseluruhan sesi Desmond dari seri originalnya untuk proyek remake ini. Walaupun demikian, ia tidak lantas membuang dan mengabaikan fakta bahwa ia tetaplah sebuah kisah yang dijalankan di dalam mesin putar memori milik Abstergo – Animus.
Lantas, hal-hal baru apa saja yang disuntikkan Ubisoft di Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini? Bagaimana proses transisi Edward dari sekadar perompak menjadi seorang assassin? Tantangan apa saja yang harus ia lewati? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan game yang satu ini.

